DPRD DIY Menerima Kunjungan Parlemen Republik Ceko

Jogja, dprd-diy.go.id – Kunjungan kenegaraan Parlemen Republik Ceko diselenggarakan pada hari Rabu (19/9/2018) di ruang Rapur lt.2 Gedung DPRD DIY. Rombongan dari Republik Ceko kurang lebih sejumlah 20 orang yang terdiri dari Ketua  Senat, anggota Senat, delegasi dalam bidang ekonomi bisnis, bidang budaya, serta beberapa delegasi bidang perwakilan lainnya. Selain itu, Duta Besar Ceko, Ivan Hotek, serta beberapa staff MPR RI juga menyertai acara Kunjungan Parlemen Republik Ceko. Kunjungan ke DPRD DIY merupakan salah satu rangkaian agenda kenegaraan yang dilakukan di Indonesia. Acara dimulai pukul 11.00 yang diawali dengan sambutan oleh Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana. Beliau menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kehadiran Delegasi Republik Ceko. Hal tersebut disambut baik oleh rombongan Ceko yang dipimpin oleh Presiden Senat Parlemen Republik Ceko, yaitu H.E.Mr. Milan Stech.

Yoeke memperkenalkan anggota Dewan yang menghadiri pertemuan pada hari ini, antara lain Arif Noor Hartanto, Dharma Setiawan, Tustiyani, Marthia Adelheida, Tutiek Masria Widyo, Atmaji, Hamam Mutaqim, Sholeh Wibowo, Suparja, serta Edy Susila. Yoeke juga menjelaskan mengenai gambaran umum perangkat DPRD DIY serta Komisi-Komisi secara umum, juga mengenai kewenangan Dewan, dan tugas Dewan.

Dalam sambutannya, Yoeke mendukung apa yang akan diputuskan rencana kerjasama antara Ceko dengan Pemerintahan Yogyakarta. DIY merupakan daerah yang aman, nyaman, dan dengan budaya yang maju, pariwisata, dan tujuan pendidikan tertinggi. Maka kerjasama di berbagai bidang, DIY siap menerima kerjasama bilateral.

Setelah pemaparan tersebut dilanjutkan dialog antara delegasi Parlemen Republik Ceko dengan DPRD DIY. Beberapa hal yang ditanyakan oleh delegasi parlemen Ceko antara lain terkait fungsi DPRD serta banyaknya jumlah persidangan yang dilakukan. Hal tersebut ditanggapi oleh Arif Noor bahwa dalam DPRD DIY terdapat 3 masa sidang yang masing-masing terdiri dalam waktu 4 bulan.

Lalu dialog dilanjutkan dengan pertanyaan dari Dharma terkait dengan kerja sama DIY – Republik Ceko dalam bidang pendidikan dan teknologi, yang dapat dilakukan salah satunya dengan membuka kegiatan pertukaran pelajar. Kemudian Tutik juga menanyakan terkait keterwakilan perempuan dalam Parlemen Ceko, yang ditanggapi langsung oleh Presiden Senat, bahwa keterwakilan perempuan sejumlah 20% dan perempuan dapat maju dalam pemilihan umum.

Dialog dilanjutkan dengan pertanyaan dan pernyataan Suparja mengenai permasalahan infrastruktur, sedangkan Adel menyampaikan pertanyaan yang berkaitan dengan pengelolaan bangunan maupun situs peninggalan bersejarah di Ceko. Perwakilan Ceko di bidang tersebut menyampaikan bahwa Ceko kaya akan peninggalan bersejarah, dan perlindungan bangunan tersebut merupakan kewajiban pemiliknya namun tetap dibantu oleh pemerintah. Selain itu, ada komisi khusus untuk pendanaan pembaruan bangunan bersejarah dan program khusus pemilihan kawasan kota bersejarah di seluruh wilayah Ceko.

Yoeke menutup pertemuan siang itu dengan harapan kerjasama yang baik dengan Ceko, “Harapannya, ke depan dapat mengadakan pertemuan selanjutnya untuk menjalin hubungan lebih baik.” Acara kunjungan diakhiri pukul 12.20 WIB dengan pertukaran souvenir dari kedua pihak, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan acara ramah tamah. (ra/ia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.