Komisi A Merekomendasikan Pemda Meningkatkan Anggaran Riset Tentang Sejarah Dan Mendorong  Pengembangan Museum

Bantul – Selasa 3/03/2020 Komisi A DPRD DIY didampingi Paniradya Kaistimewan mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantul dalam rangka Monitoring Pengelolaan Dana Keistimewaan Untuk Pemeliharaan Situs Pleret. Rombongan Komisi A diterima di Museum Purbakala Pleret oleh ibu Dian Laksmi Pratiwi selaku Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan, PLH Kabid Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY beserta staf dan jajarannya.

Dian Laksmi Pratiwi menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan akan menjadikan sebelas situs Kedaton Mataram Islam di Pleret, Bantul, sebagai museum situs terbuka (open site museum).

Selama 15 tahun proses ekskavasi, didapatkan sebelas situs yang merupakan peninggalan dari Mataram Islam yang dipimpin Sultan Agung dan diteruskan Amangkurat I.

Pemda DIY telah menetapkan sebelas situs itu sebagai kawasan cagar budaya Pleret dan dalam tahap perlindungan dan pemanfaatan.

Dinas Kebudayaan DIY telah mengakuisisi lahan 4.000 meter persegi, penggalian situs berhasil mengidentifikasi komponen situs dan merekonstruksi gambaran kota kuno sebelum dihancurkan oleh serangan Trunojoyo.

Kedaton Pleret adalah representasi dari ibu kota sebelumnya di Kotagede yang kemudian berkembang menjadi pusat ekonomi. Namun Amangkurat I menambahkan danau buatan dengan membendung Sungai Opak yang dinamakan Segoroyoso.

Dian juga menyampaikan kendala minat  terhadap Wisata sejarah ke 11 situs sangat kurang. Pengembangan wisata di Kedaton Pleret terkendala anggaran.

Banyaknya situs dan narasi sejarah, situs Kedaton Pleret akan mampu menarik wisatawan  dengan konsep open site museum, harap Dian.

Eko Suwanto Selaku Ketua Komisi A menyampaikan Komisi A merekomendasikan Pemda meningkatkan anggaran riset tentang sejarah dan mendorong  pengembangan museum dan meningkatkan edukasi bagi masyarakat tentang sejarah dan museum serta memaksimalkan peran swasta untuk pengembangan Museum. (az)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*