Komisi B Gali Pertanian Lahan tadah Hujan dan Tanaman Cabe di Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, dprd-diy.go.id – Selasa (14/5/19) Pimpinan dan Anggota Komisi B DPRD DIY didampingi Kepala Dinas Pertanian DIY melakukan kunjungan Kerja ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan terkait pertanian lahan tadah hujan dan tanaman cabe. Kunjungan Kerja diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Antoni Alam)  didampingi Kepala Bagian Hortukulturan (Sri Indah Mulyanti). 

Dijelaskan Antoni, Teknologi budidaya tanaman cabe yang dilakukan di sumatera selatan dilahan tadah hujan biasa dilakukan pada bulan Juni (IP 300).

Pembibitan, Waktu Tanam dan pemupukan

Penyemaian dilakukan pada bulan Mei dan selanjutnya sebelum dilakukan penanaman guludan dibasahi kembali dan dikeringkan selanjutnya bibit dipindah ke pertanaman pada  umur 25 hari.

Pemupukan susulan diberikan setelah tanaman berumur 2 minggu setelah tanam dengan mengunakan pupuk daun kemudian ditambahkan dengan pupuk NPK Mutiara sebanyak 40 kg/Ha dengan sistem kocor. Pupuk ssusulan diberikan setiap 10 hari sekali sampai dengan panen habis (18 — 22 kali panen).

Pengendalian OPT

Penyakit yang banyak menyerang tanaman cabe di lahan tadah hujan adalah kutu kebul.  dilakukan dengan menggunakan insektisida kontak Mitindo dan Lanet. Dosis yang digunakan 1 sendok makan dilarutkan dalam air 16 liter kemudian disemprotkan ke tanaman pada malam hari.

Sri Indah Mulyanti menyampaikan, Perubahan ketika petani sesudah mendapatkan fasilitasi dari pemerintah dengan petani sebelum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Adanya Peningkatan produksi dan produktivitas tanaman cabe dikarenakan penggunaan input produksi berupa penggunaan benih bersertifikat, bantuan pupuk, pestisida, dan bantuan mulsa, serta bantuan pompa air (full paket). Mengurangi biaya produksi yang harus dikeluarkan dan Pendapatan petani cabe meningkat.

Sri juga menambahkan, Solusi penanaman pada lahan tadah hujan, apabila ketersediaan air terbatas. Mengatasi kondisi kering seperti saat ini sangat direkomendasikan dengan pembuatan sumur bor dan penyiraman dilakukan dengan sistem grid

Solusi yang diupayakan Pemerintah Daerah apabila harga cabe rendah yang disebabkan panen melimpah. Memetakan kawasan hortikultura khususnya cabai untuk menjamin ketersediaan stok,  dengan cara mengatur pola tanam. Apabila cabe merah melimpah/ harga cabe murah di olah menjadi pasta cabe. (az/kwt)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*