Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 2 Depok, Sleman, pada Jumat (1/8/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memonitor pelaksanaan program peningkatan kesehatan, kebugaran, serta keterampilan nonteknis bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di DIY.
Rombongan Komisi D dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Ir. Imam Taufik. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DIY mengenai catatan penting terkait kesiapan fisik atau kebugaran siswa SMK, khususnya menjelang mereka terjun ke dunia industri.
“Beberapa hari lalu kami sempat berkunjung ke LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) dan mendapat laporan dari Disnaker bahwa salah satu catatan para siswa adalah terkait kesiapan secara fisik, yaitu kebugaran. Jika memang diperlukan regulasi karena saat ini sisi kebugaran masih lemah, kami di DPRD siap mengusulkan. Namun, jika cukup dengan surat edaran dari dinas terkait, itu juga bisa menjadi opsi,” jelas Imam Taufik.
Kepala SMK Negeri 2 Depok, Dodot Yuliantoro, S.Pd., M.T., turut membenarkan adanya isu kebugaran di kalangan siswa. Ia mengungkapkan bahwa pada bulan Januari lalu, sekolah diminta untuk mengirimkan perwakilan siswa untuk melakukan tes kebugaran. Hasilnya, beberapa siswa dinyatakan kurang bugar akibat kelelahan.
“Memang di bulan Januari kemarin kami diminta mengirimkan perwakilan siswa untuk cek kebugaran. Dari hasilnya, ada beberapa anak yang kurang bugar, umumnya karena kelelahan dari aktivitas sekolah,” terang Kepala Sekolah.
Anggota Komisi D, H. Muhammad Yazid, S.Ag., dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya penguatan program magang dan pertukaran pelajar ke luar negeri. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di tingkat global.
“Program magang ke luar negeri harus diperluas dan difasilitasi secara optimal. Siswa SMK perlu mendapatkan pengalaman langsung menghadapi standar industri internasional, sehingga kualitas lulusan kita benar-benar siap pakai,” ujar Yazid.
Sementara itu, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes., menegaskan pentingnya program distribusi tablet tambah darah bagi siswi SMK sebagai upaya pencegahan anemia. Ia mengingatkan bahwa program ini harus dibarengi dengan edukasi yang konsisten agar tidak menjadi formalitas semata.
“Tablet tambah darah sangat penting bagi remaja putri agar terhindar dari anemia. Kita harus pastikan program ini berjalan efektif dengan memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan darah mereka,” jelas Sri Muslimatun.
Hal senada disampaikan Ika Damayanti Fatma Negara, S.I.P., yang mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga mental. Ia menilai kesehatan mental siswa harus menjadi perhatian serius karena tekanan dari beban belajar dan persiapan kerja bisa mempengaruhi kondisi psikologis mereka.
“Kebugaran itu tidak hanya soal fisik, tapi juga mental. Tekanan di lingkungan sekolah dan persiapan masuk dunia kerja bisa mempengaruhi kondisi psikologis anak-anak. Karena itu, sekolah perlu menyediakan ruang dan program untuk menjaga kesehatan mental siswa,” tegas Ika Damayanti.
Komisi D DPRD DIY menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program yang mendukung peningkatan kesehatan dan keterampilan siswa SMK, agar lulusan SMK di DIY menjadi generasi yang sehat, kompeten, dan siap bersaing secara nasional maupun internasional. (cc/lz)

Leave a Reply