Ritual Sasaprahan Bumi Warnai Serah Terima Sumur Bor Antam di Ngawen

Gunungkidul, dprd-diy.go.id — Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., mengikuti acara sarasehan bertema “Pelestarian Adat Budaya dan Pertanian Berkelanjutan” serta upacara adat Sasaprahan Bumi bertajuk “Tandur Urip, Tirto Urip” di Jlopo Integrated Farming, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Jumat (31/10/2025). Acara ini sekaligus menjadi momentum serah terima bantuan dua sumur bor dari PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kepada warga Dusun Tungkluk.

Ritual Sasaprahan Bumi menjadi simbol awal dimulainya proses olah lahan pertanian. Tidak seperti pesta panen yang biasanya merayakan hasil bumi, Sasaprahan justru bermakna doa dan pengharapan agar bumi memberikan hasil terbaik sepanjang musim tanam. Tradisi ini juga menjadi wujud pelestarian adat lokal yang mengakar kuat di masyarakat Gunungkidul.

CSR PT Antam, Ujik, menjelaskan bahwa bantuan dua sumur bor ini berawal dari survei kebutuhan air bersih di Dusun Tungkluk. Ia menambahkan bahwa lahan pertanian seluas 2–3 hektare di wilayah tersebut sebelumnya tidak tergarap karena kekurangan air, dan kini dapat dioptimalkan.

“Kami menemukan adanya potensi sumber air artesis di kedalaman 100 meter. Sumur ini bisa mengalir tanpa pompa besar, sehingga efisien dan ramah energi,” ujarnya. 

Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta. 

“Silakan gali terus potensi lokal yang ada. Kami siap mendukung pengembangan pertanian dan pariwisata yang berkelanjutan di wilayah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kapanewon Ngawen Sugito, SH., MH., menyampaikan harapannya agar bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung kegiatan pertanian sepanjang tahun. 

“Ritual Sasaprahan Bumi ini juga bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi budaya di Ngawen,” tambahnya.

Dukuh Tungkluk juga mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan, serta berharap adanya dukungan lanjutan berupa perbaikan infrastruktur jalan untuk menunjang pengembangan desa wisata. 

“Kami mohon agar jalan menuju dusun bisa dicor sekitar satu kilometer agar akses wisata semakin baik,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan CSR PT Aneka Tambang Tbk., Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), perangkat Kalurahan Beji. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat Dusun Tungkluk tidak hanya mampu mengatasi keterbatasan air bersih, tetapi juga dapat mengembangkan potensi pertanian dan wisata berbasis budaya yang berkelanjutan. (chn/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*