Jogja, dprd-diy.go.id – Selasa (12/11) Komisi A DPRD DIY yang diketuai Eko Suwanto, , S.T., M.Si mengajak wartawan unit DPRD DIY mengunjungi Museum Wayang Beber Sekartaji di Dusun Kanutan, Kapanewon Sumbermulyo, Kabupaten Bantul.
Museum Wayang Beber Sekartaji memiliki keunikan yang tak dimiliki lainnya. Pemilik dan sekaligus pendiri Museum Wayang Beber Sekartaji Indra Suroinggeno menceritakan, Wayang Beber Pancasila dibuat untuk terus membumikan Pancasila di tengah masyarakat. Agar ajaran atau filosofi yang terkandung didalamnya bisa dipahami dan dijalani.
“Wayang ini sudah saya bawakan ratusan kali di berbagai daerah di Indonesia. Baru saja saya selesai ekspedisi Sutasoma ke Jawa, Madura dan Bali mengenalkan Wayang Beber Pancasila ini. Sisi lain kami juga belajar banyak hal dari desa-desa yang kami datangi,” ungkapnya
Yang menarik dari Wayang Beber Pancasila, menurut Indra memuat lima sila dalam cerita Sutasoma. Seluruhnya memuat hal positif tentang kehidupan pada Tuhan, sesama dan lingkungan alam.
Untuk lebih memasyarakatkan wayang beber, Indra juga sudah membuat dalam bentuk animasi agar generasi mendatang bisa memahami Pancasila dengan lebih mudah dan sesuai pada masanya.
”Kami rintis di sini Kampung Pancasila, yang hidup dan menghidupi masyarakat di sini. Untuk melestarikan ajaran Pancasila, kami setiap 1 Juni menggelar merti Wayang Beber Pancasila. Kami pentas 24 jam melibatkan berbagai komunitas. Tujuannya untuk terus membumikan Pancasila,” ujarnya.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan bahwa museum Wayang Beber Sekartaji membawa pengunjung belajar tentang spiritual dan pitutur luhur, di mana budi pekerti luhur sangat dibutuhkan dalam era modern.
Eko Suwanto mengapresiasi adanya museum tersebut dan berharap Pemda DIY memberikan perhatian untuk terus ditumbuhkembangkan menjadi lebih baik lagi.
“Di zaman ketika orang lebih berorientasi pada kekayaan dan kepangkatan, nilai-nilai luhur seperti budi pekerti menjadi sangat penting. Lewat wayang ini, kita belajar tentang kebaikan dan kebijaksanaan. Saya harap Pemda DIY dapat memberikan perhatian lebih untuk mendukung perkembangan museum ini,” ujar Eko.
Menurut Eko, museum tersebut juga menjadi tempat bagi anak muda untuk menyerap nilai-nilai kebinekaan dan Pancasila.
“Ini luar biasa, di tengah desa ada sesuatu yang begitu luhur. Museum ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” tandasnya.

Leave a Reply