Packrafting Canden Siap Jadi Destinasi Andalan Bantul

Bantul, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke destinasi wisata Packrafting Canden, Jetis, Bantul, pada Jumat (5/12/2025), untuk menyerap aspirasi pengelola dan memastikan pengembangan desa wisata berjalan sejalan dengan visi pariwisata berbasis budaya dan potensi alam. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Komisi B dalam memperkuat sinergi antara DPRD, Pemerintah DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta pengelola destinasi wisata.

Kedatangan Komisi B disambut oleh Ulu-Ulu Kalurahan Canden, Awan Narendra, yang dalam pemaparannya menjelaskan perkembangan desa wisata Canden yang mulai dirintis sejak 2022 dan melakukan soft launching pada Januari 2025. Ia menyebut masih terdapat kebutuhan mendesak, seperti titik kumpul wisatawan dan penguatan infrastruktur kawasan sungai.

“Kami berharap sungai bisa menjadi halaman depan Canden. Prinsipnya among tani dagang layar, sehingga sungai ini bisa menjadi pusat aktivitas warga dan wisata,” ujar Awan.

Kalurahan Canden bersama Dinas Pariwisata Bantul telah menyusun DED (Detail Engineering Design) untuk pengembangan kawasan, termasuk rencana pembangunan jogging track, panggung kesenian, dan festival packraft di masa mendatang. Awan menambahkan bahwa paguyuban warga telah dibentuk agar pembangunan di kawasan DAS dapat berjalan selaras.

Carik Canden, Purwaka Nugraha, S.T., menuturkan bahwa Packrafting Canden memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) dan dikembangkan sebagai bagian dari konsep wellness tourism. Paket wisata yang ditawarkan mencakup pemberangkatan dari basecamp menggunakan mobil pickup, perjalanan rafting, dan beristirahat di rest area sambil menikmati jamu dari UMKM setempat.

“Sebanyak 15 padukuhan telah bergabung mensupport wellness tourism ini. Rest area juga dikelola Pokdarwis dan kesenian khas seperti srandul ikut menjadi daya tarik pendukung,” ungkap Purwaka.

Ketua Pokdarwis, Arif Aris Winarto, menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata dimulai dari pendataan potensi kuliner, budaya, hingga permainan tradisional. Dari berbagai potensi tersebut, packrafting dipilih sebagai atraksi utama.

“Semangat warga menjadi pemicu wisata ini berkembang. Tiap RT membangun gazebo dan MCK secara gotong royong. Packrafting menjadi pemacu untuk mengangkat potensi yang ada di Kiringan dan Canden,” katanya.

Penggiat pariwisata, Candra Purna, menambahkan bahwa packrafting awalnya muncul sebagai inisiatif menjawab kebutuhan warga akan wisata atraksi. Dukungan akademisi membuat program ini menembus 20 besar Pertamina Foundation, memperoleh pendanaan Rp50 juta untuk perahu, serta memperoleh asuransi keselamatan.

“Kami punya 20 pemandu, dua di antaranya sudah tersertifikasi BNSP. Namun kami masih terkendala gudang penyimpanan peralatan dan standar K3 yang belum terpenuhi,” ujarnya.

Ketua Komisi B, Andriana Wulandari, S.E., M.IP., menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk mendengarkan kebutuhan pengelola dan memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan.

“Komisi B ingin menggali lebih dalam perkembangan wisata untuk bisa kami support melalui Dinas Pariwisata DIY maupun Bantul. Kami ingin menguatkan ekosistem wisata berbasis alam agar menjadi daya tarik DIY,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Komisi B tengah menginisiasi regulasi seperti raperda pariwisata berbasis budaya untuk memperkuat pembinaan dan pemasaran wisata hingga tingkat kalurahan.

Anggota Komisi B, Muh. Ajrudin Akbar, S.Sos., menilai potensi packrafting Canden sangat besar jika dikembangkan dengan strategi branding dan kemitraan yang baik.

“Dengan melihat kondisi yang ada, peluang CSR maupun investor dapat dimaksimalkan. Prinsipnya, terapkan ATM: amati, tiru, modifikasi,” ujarnya.

Perwakilan dari Dinas Pariwisata DIY, Ryna Puspawaty Utina, S.E., M.Sc., menyampaikan pentingnya kolaborasi hexahelix untuk memperkuat daya saing wisata.

“Pengemasan packrafting bisa diperkuat dengan spot foto, kerja sama kuliner, fashion, hingga subsektor fotografi. Namun promosi harus diimbangi dengan kesiapan lokasi,” jelasnya.

Kunjungan ini ditutup dengan penegasan Komisi B untuk mendorong proses penguatan perizinan dan pengembangan lanjutan agar Kalurahan Canden dapat menuju status Desa Mandiri Budaya, sehingga mampu mengakses dukungan pendanaan termasuk DAIS secara optimal. (lz/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*