Paksi Katon Sampaikan Aspirasinya

Jogja, dprd-diy.go.id – DPRD DIY menerima Audiensi dari Paksi Katon DIY pada Jum’at (18/6/2021). Audiensi tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana di Ruang Lobby Lantai 1 Gedung DPRD DIY.

Mengawali pertemuan, Huda Tri Yudiana mengucapkan selamat datang dan permohonan maaf karena surat permohonan audiensi sudah diajukan sejak 1 bulan yang lalu namun baru bisa terfasilitasi hari ini karena beberapa hal terutama terkait COVID-19 sehingga membuat membuat semuanya harus sangat hati-hati. Selanjutnya Huda Tri Yudiana mempersilahkan kepada Muchamad Suhud selaku Ketua Umum Paksi Katon DIY untuk menyampaikan beberapa poin yang perlu disampaikan.

Muchamad Suhud menyampaikan beberapa point yaitu poin yang pertama melaporkan eksistensi dari Paksi Katon DIY, tepat pada 14 Juni 2021 kemarin Paksi Katon genap berusia 16 tahun. Dijelaskan bahwa pada ulang tahun ke-8 banyak kabupaten yang bergabung seperti kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunung Kidul. Hal tersebut membuat perkembangannya mengesankan dan memberatkan. Karena pimpinannya tidak ada yang mem-back up baik secara moril maupun materiil.

Paksi Katon yang sudah berdiri selama 16 tahun, namun tidak ada instansi manapun yang mengayomi. Pada dasarnya mustahil organisasi dapat berjalan tanpa Anggaran, namun Paksi Katon bisa membuktikan dan telah berkembang selama 16 tahun karena niatnya berupa ibadah.

“Muncul perasaan khawatir karena umur dari Muchamad Suhud sudah hampir 80 tahun maka sebelum beliau meninggalkan organisasi ini harapannya sudah terdapat Anggaran. Karena selama ini cukup menjadi beban ketika mendapat order bagaimana harus mengerahkan anggota untuk bisa berbuat sesuatu demi kepentingan Daerah ini,” ungkapnya.

Paksi Katon juga mendengar rencana Pemda DIY akan membentuk organisasi yang tugasnya adalah keamanan budaya, namun menurut Paksi Katon hal itu akan sulit berjalan, pertanyaannya disini adalah mengapa bukan Paksi Katon saja yang dirangkul karena sudah memiliki pengalaman selama 16 tahun mengabdi tanpa pamrih.

“Jika Pemda membutuhkan syarat dan ketentuan tertentu maka Paksi Katon akan siap jalankan proses tersebut,” ungkapnya.

Lalu poin ketiga Paksi Katon mengharapkan dari DPRD DIY ada yang masuk sebagai Anggota Kehormatannya, namun terdapat jaminan bahwa Paksi Katon tidak akan pernah menjadikan Anggota Kehormatan sebagai ATM sehingga pernah suatu ketika akan menghadap suatu Instansi Pusat yaitu terkait masalah ulang tahun atau masalah lain.

Menanggapi secara pribadi Huda Tri Yudiana menyampaikan terima kasih dan penghargaan setulus hati kepada rekan-rekan Paksi Katon secara keseluruhan yang tadi sudah disampaikan kiprah dan dedikasinya yang mengedepankan jiwa kerelawannya. Terkait Anggota Kehormatan yang berhak untuk menjadi Anggota Kehormatan mewakili institusi yaitu Ketua DPRD DIY Nuryadi.

Huda Tri Yudiana mengatakan bahwa jika secara pribadi, beliau siap untuk menjadi Anggota namun hanya Anggota biasa saja tidak perlu menjadi Anggota Kehormatan yang mewakili institusi. Karena jika menjadi Anggota Kehormatan Huda Tri Yudiana khawatir tidak bisa konsisten seperti yang diharapkan, sehingga lebih baik bergabung menjadi Anggota biasa. Huda Tri juga mengatakan bahwa beliau dengan senang hati untuk belajar terkait kerelawanan dan solidaritas. (az/mar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*