Penguatan Infrastruktur Pertanian Jadi Fokus Kunjungan Komisi B di Karangrejek

Bantul, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD DIY menegaskan pentingnya penguatan irigasi dan dukungan mekanisasi pertanian sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke Kelompok Tani Ngudirejo, Karangrejek, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Rabu (25/2/2026).

Wakil Ketua Komisi B, Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si., menyatakan bahwa sektor pertanian harus menjadi perhatian utama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Pertanian adalah sektor penting dalam menopang ketahanan pangan. Namun anggaran pemerintah bersifat stimulus dan terbatas, sehingga diperlukan skala prioritas serta usulan yang jelas dari kelompok tani,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Komisi B menyerap berbagai aspirasi petani, terutama terkait keterbatasan air irigasi dan distribusi pupuk. Ketua Kelompok Tani Ngudirejo, Wiyono, mengungkapkan bahwa lahan pertanian seluas kurang lebih 17 hektar masih sangat bergantung pada air hujan dan sumur dangkal.

“Kendala utama kami adalah distribusi pupuk yang tersendat dan kondisi lahan yang kering karena keterbatasan air,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi B, Wildan Nafis, S.E., M.H., menilai persoalan irigasi menjadi isu mendesak yang perlu segera ditindaklanjuti melalui perencanaan yang matang.

“Sulitnya aliran air dan keterbatasan jaringan irigasi menjadi persoalan utama. Usulan prioritas harus disiapkan sejak sekarang agar dapat dianggarkan pada tahun mendatang, mengingat kondisi keuangan daerah juga terbatas,” katanya.

Selain persoalan irigasi, kelompok tani juga mengusulkan pengadaan mesin rotary guna menekan biaya pengolahan lahan dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja, khususnya saat musim kemarau.

Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Karangtengah berharap adanya dukungan peningkatan status jalan desa yang telah menjadi jalan kabupaten agar ke depan dapat meningkat menjadi jalan provinsi. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.

Menutup pertemuan, Komisi B mendorong kelompok tani segera menyusun proposal pengadaan mesin rotary sebagai langkah konkret tindak lanjut aspirasi. 

“Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan kelompok tani perlu diperkuat agar pengembangan sektor pertanian berjalan berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Danang.(alf/lz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*