Potensi Pariwisata DIY Harus Ditonjolkan

Jogja, dprd-diy.go.id – Kebijakan PPKM darurat Jawa-Bali yang mulai diterapkan pada tanggal 3 Juli 2021 lalu rupanya semakin menyulitkan dunia wisata secara umum. Pariwisata DIY yang sempat meningkat pada awal tahun 2021 kini kembali menurun bahkan kian terpuruk.

Berdasarkan data dari BPS, kunjungan wisatawan pada tahun 2019 mencapai lebih dari 9 juta jiwa. Angka tersebut menurun sangat tajam sejak tahun 2020 hingga saat ini. Sektor pariwisata yang meliputi berbagai macam pihak seperti perhotelan, bisnis transportasi/travel, tour guide, kuliner, UMKM/UKM merasakan imbasnya cukup signifikan.

Beberapa waktu lalu PHRI DIY bersama 100 Hotel dan Restaurant di DIY melakukan aksi simpati “From Jogja With Love”. Pada aksi ini para hotel dan restaurant yang terlibat kompak menyalakan lampu berbentuk ‘love’ untuk menyebarkan semangat dan rasa optimismisme dalam menghadapi pandemi.

Sekretaris PHRI DIY, Wikan Trispratiwi mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas bersama para pelaku sektor pariwisata di DIY dengan saling mendukung dan menyebarkan semangat di tengah pandemi.

Manurutnya upaya yang dilakukan oleh hotel saat ini sudah sangat besar untuk dapat bertahan menghadapi pandemi. Ia mengungkapkan deversifikasi layanan telah dilakukan oleh para pelaku hotel di DIY untuk meningkatkan pendapatan, walaupun tidak cukup besar.

Pada talkshow Anjangsana dari Dinas Pariwisata DIY, Anggota DPRD DIY, Stevanus Christian Handoko menyampaikan bahwa pemanfaaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang usaha di sektor pariwisata sangatlah penting. Hal-hal penting terkait situasi penunjang wisata di DIY menurut Stevanus perlu disampaikan dalam ekosistem pariwisata DIY. Tujuannya agar image tentang wisata di DIY masih menjadi top of main masyarakat secara luas.

Beberapa hal terkait potensi pariwisata DIY yang sangat menarik, keberagaman objek dan jenis destinasi wisata, akamodasi yang sangat baik dengan berbagai kelas, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang baik, brand image Kota Wisata yang ramah perlu diangkat oleh pengampu kebijakan terutama yang memegang peranan penting di dunia pariwisata.

Menurut Stevanus, kondisi seperti saat ini membuat masyarakat secara luas akan lebih selektif dan memiliki tambahan kriteria terkait destinasi dan akomodasi dengan menambahkan hal terkait dengan protokol kesehatan dan penerapannya di sektor pariwisata. Stevanus berharap sektor pariwisata juga bisa menonjolkan bahwa pariwisata DIY juga menerapkan pelayanan dengan standar keamanan dan kesehatan yang baik.

Kepada pemerintah Stevanus berharap agar dapat dilakukan realokasi anggaran atau realokasi program untuk dapat memberikan bantuan kepada pelaku sektor pariwisata, termasuk adanya pemberian relaksasi untuk pajak. (fda)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*