Seminar Kaukus Perempuan Parlemen Bahas Peran Perempuan dan Dampak Kemajuan Teknologi

Jogja, dprd-diy.go.id- Pada Sabtu (15/12/2018) telah diselenggarakannya Seminar Kaukus Parlemen Perempuan di DPRD DIY dengan tema “Peran Perempuan dalam Menghadapi Dampak Kemajuan Teknologi” pada pukul 09:00 WIB yang diadakan di Ruang Lobby Lantai 1 Gedung DPRD DIY. Dalam Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber diantaranya Dr. Sayuri Egaravanda,S.Kom,M.Eng dari Kominfo DIY serta Dr. Ane Permatasari yang merupakan akademisi dari Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Acara Kaukus yang dihadiri 60 orang ini juga dihadiri anggota DPRD DIY antara lain Tutiek Masria Widyo serta Nurjanah.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Sayuri Egaravanda yang menjelaskan mengenai pesatnya kemajuan teknologi menjadi penggerak utama perubahan , Indonesia sendiri sudah masuk di era digital sejak tahun 2017 dan menyebabkan adanya perubahan sosial dan kemajuan sosial. Disampaikan bahwa era digital saat ini memiliki pengaruh besar bagi banyak orang baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua melalui jejaring sosial yang saat ini sedang menjadi trend dan digandrungi oleh banyak orang. Selain itu manfaat dari kemajuan teknologi seperti dibidang pemerintahan yang dapat mempercepat layanan kepada publik, Sayuri juga menambahkan mengenai peran utama perempuan untuk mengatasi dampak teknologi era digital utamanya saat ini dimulai dari keluarga serta menjelaskan bagaimana cara menjadi orang tua cerdas di era digital.

Pemaparan materi kedua oleh Dr. Ane Permatasari membahas kondisi di mana saat ini telah memasuki era disrupsi, atau yang dianalogikan sebagai sesuatu yang tercabut dari akarnya. Ane mengatakan bahwa kemajuan teknologi membawa suatu revolusi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, saat ini sudah terdapat beragam aplikasi untuk memesan makanan, memesan transportasi, dan dalam perbankan. Namun perkembangan teknologi menyebabkan kesenjangan gender ang ditandai dengan rendahnya partisipasi perempuan dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Menyikapi hal tersebut, Ane menyatakan “Kita harus bijak dalam memanfaatkan gadget dan media sosial, apalgi anak-anak, kita tidak mungkin membatasi mereka untuk steril dari gadget. Kita harus bisa membuat anak imun terhadap berbagai dampak negatif dari medsos dan kita harus menanamkan nilai yang baik untuk anak-anak” jelas Ane.

Setelah pemaparan materi dari kedua narasumber, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pertanyaan yang muncul antara lain berkaitan dengan kasus pelecehan seksual, dampak penggunaan internet, dampak tayangan televisi Indonesia saat ini yang kurang mendidik, serta peran Pemerintah dalam menangani hal tersebut. (ra/ist/naf)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.