Seminar Kaukus Perempuan Parlemen “Peran Perempuan Dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga”

Jogja, dprd-diy.go.id – Seminar Kaukus Perempuan Parlemen DPRD DIY  kali ini mengambil Tema “ Peran Perempuan Dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga” yang diselenggarakan pada Sabtu (8/9/2018) yang dimulai pada pukul 09.30 WIB dan berlokasi di Balai Desa Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo. Seminar ini diawali dengan pembukaan sambutan dari Nunung Ida Mundarsih selaku anggota DPRD DIY dari Fraksi Partai Demokrat yang menyampaikan bahwa tema tersebut penting untuk diangkat karena menurut data, tingkat perceraian keluarga di Kulon Progo dinilai tinggi.

Materi pertama disampaikan oleh Drs.H.Jauhar Mustofa, MSI dari Kementerian Agama DIY mengenai mengelola dinamika perkawinan dan keluarga. Bapak yang akrab disapa Pak Jo ini menjelaskan tentang UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yang isinya bahwa perkawinan merupakan keluarga yang kokoh dan kuat dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu juga memaparkan bahwa sepanjang kurun 2010-2015 jumlah perceraian di Indonesia meningkat 15-20 persen yang terdiri dari, tahun 2010 terdapat 285.184 gugatan cerai sedangkan di tahun 2015 ada 347.256 gugatan cerai. Permasalahan cerai pada pasangan di Indonesia ada 4 alasan utama, yaitu hubungan sudah tidak harmonis, kedua, tidak ada tanggung jawab, ketiga, kehadiran pihak ketiga, dan yang keempat persoalan ekonomi.

Diakhir materi Jauhar memberikan motivasi bahwa perkawinan bukanlah hal yang statis, tetapi merupakan sesuatu yang dinamis karena memiliki banyak faktor dan dipengaruhi oleh proses yang terjadi. Banyak perkawinan yang tidak harmonis atau bahkan gagal karena pasutri tidak siap menjalani perannya dalam perkawinan dan tidak siap dengan berbagai tamtangan yang datang silih berganti. Yang paling mendalam dari kata-kata Jauhar yaitu “ Setiap rumah tangga pasti punya masalah, tapi buktikan untuk tetap bersama hingga kakek nenek.”

Pemateri kedua adalah Shinta,SPd.,MSi.,MA, seorang dosen, praktisi dan konsultan yang menyampaikan materi ketahanan keluarga dalam tinjauan psikologis. Dosen alumni UGM tersebut mengatakan bahwa memiliki keluarga itu sebuah karunia, dan menjadikan keluarga yang baik dan luar biasa adalah sebuah pilihan. Dalam mewujudkan hal tersebut, banyak masalah yang harus dihadapi. Wanita yang biasa dipanggil Bunda Cinta menyampaikan juga bahwa stress dan masalah di dalam keluarga dapat berdampak pada ketahanan keluarga. Hal itu terjadi karena masing-masing pihak tidak saling mendengarkan. Stress terjadi karena harapan pada keluarga tidak sesuai dengan realita, tidak menerima peran dan porsi yang ada, serta tidak saling memahami. Masalah lain yang dialami keluarga yaitu hal mendidik anak. Peran seorang ayah dan ibu, keduanya sangat penting. “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda denganmu.” Kalimat tersebut adalah hal yang perlu diterapkan oleh orangtua dalam mendidik dan merawat putra-putrinya.

Pada sesi tanya jawab, peserta seminar antusias dengan mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Seminar berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan motivasi dari pembicara agar tetap menjaga keharmonisan keluarga. Sehingga terciptanya generasi yang hebat dan berguna bagi nusa dan bangsa Indonesia. (ia/fu)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.