Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD DIY melakukan kunjungan kerja dalam daerah ke Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Sidoarum, Sleman, untuk memantau penanganan perempuan rawan sosial psikologis, Rabu (10/9/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan pelayanan dan fasilitas yang diberikan balai dapat mendukung kemandirian para penerima manfaat.
Ketua Komisi D DPRD DIY, R.B. Dwi Wahyu B, S.Pd., M.Si., menegaskan pentingnya peran BPRSW dalam mengakomodasi perempuan rentan dari berbagai latar belakang.
“Balai ini mengakomodir perempuan-perempuan rentan, tidak hanya anak-anak saja tetapi juga orangtua. Di sini ada ibu dan anaknya karena hamil di luar nikah, juga anak-anak terlantar. Hanya saja, dari diskusi tadi kami mencermati adanya kendala pembiayaan, terutama untuk pelatihan keterampilan, sertifikasi, dan honorarium instruktur,” jelasnya.
Dwi menambahkan, masa rehabilitasi maksimal tiga tahun di balai ini seharusnya mampu mempersiapkan para penerima manfaat agar mandiri. Namun, keterbatasan anggaran menghambat pemberian pelatihan yang memadai.
“Kami akan diskusikan dengan Disnakertrans agar pelatihan-pelatihan dapat dibawa ke sini dengan konsep mobile training, tidak harus dilakukan di BLK,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan anggota Komisi D, Rahayu Widi Nuryani, S.H., M.H. Ia mengaku kaget mengetahui minimnya anggaran operasional balai, termasuk biaya makan harian yang hanya Rp25 ribu per orang.
“Ternyata banyak permasalahan yang disampaikan. Balai ini masih membutuhkan anggaran, termasuk untuk pengembangan fasilitas. Kami akan mencari solusi agar anggarannya bisa ditambah,” ujarnya.
Komisi D menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti temuan ini melalui rapat kerja dengan pihak terkait, demi memastikan BPRSW dapat menjalankan fungsinya secara optimal dalam mendukung perempuan rentan agar lebih berdaya dan mandiri. (cc/lz)

Leave a Reply