Dr. Raden Stevanus, Tekankan Pentingnya Kolaborasi Mitigasi Bencana Sosial

Yogyakarta – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana sosial terus digencarkan. Di tengah meningkatnya dinamika sosial dan derasnya arus informasi, potensi konflik dapat muncul sewaktu-waktu jika tidak diantisipasi secara kolektif dan sistematis.

Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dari PSI, Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., Dody Wibowo, S.I.P., M.A., Ph.D Dosen Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM turut hadir sebagai narasumber kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Sosial di Kantor Kemantren Mantrijeron, yang diikuti berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Kegiatan ini melibatkan unsur Tagana, Karang Taruna, tokoh masyarakat, LPMK, PKK, Pemuda Pelopor Perdamaian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur masyarakat lainnya. Turut hadir memberikan sambutan, Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama, S.STP., M.Si.

Dalam pemaparannya, Dr. Raden Stevanus menegaskan bahwa mitigasi bencana sosial menjadi isu krusial yang tidak kalah penting dibandingkan bencana alam. Menurutnya, konflik sosial, disinformasi, hingga potensi gesekan antar kelompok masyarakat dapat terjadi kapan saja jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Mitigasi bencana sosial adalah langkah preventif yang harus kita bangun bersama. Jangan menunggu konflik terjadi baru kita bergerak. Justru kesiapan itu dimulai dari pemahaman dan kesadaran masyarakat,” ujar Dr. Raden Stevanus.

Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi seperti ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal potensi konflik serta memiliki kemampuan untuk meredamnya secara bijak.

“SDM yang paham akan kondisi sosial di lingkungannya akan lebih tanggap dalam mencegah potensi konflik. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan mampu menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing,” jelas Dr. Raden Stevanus

Selain itu, Dr. Raden Stevanus juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap kondisi lingkungan sosial, termasuk mengenali potensi kerawanan yang ada di masing-masing wilayah. Dengan pemetaan yang tepat, langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terarah.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa mitigasi bencana sosial tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor antara DPRD, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dan elemen lainnya.

“Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat, tokoh lokal, hingga aparat di wilayah sangat menentukan keberhasilan mitigasi bencana sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Narotama, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi ini mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Kemantren Mantrijeron memiliki dinamika sosial yang beragam. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap seluruh elemen masyarakat semakin siap menjaga kerukunan dan mencegah potensi konflik sejak dini,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan berbagi pengalaman dari para peserta, yang selama ini terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berdaya dalam menghadapi berbagai potensi bencana sosial. (Dr. Raden Stevanus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*