Awali Tahun yang Baru, DPRD DIY Mulai Bahas Raperda Tentang Rencana Pembangunan Industri DIY

Jogja, dprd-diy.go.id – Jumat (4/1/2019), Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD DIY mengadakan Rapat Kerja (Raker) terkait Rencana Pembangunan Industri DIY. Raker dipimpin oleh Rendradi Suprihandoko , Ketua Bapemperda Perdais DPRD DIY, di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 Gedung DPRD DIY. Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY tentang Rencana Pembangunan Industri DIY, dilanjutkan dengan pembahasan pengkajian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri DIY tahun 2019-2039.

Sugeng Purwanto, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA DIY mengawali agenda dengan memaparkan manfaat sektor industri. Beberapa manfaatnya seperti memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, menciptakan kreativitas inovasi, serta memberikan dampak sosial yang positif. Pembangunan Industri DIY direncanakan sejalan dengan visi pembangunan daerah  yang ditargetkan pada tahun 2025 DIY menjadi pusat pendidikan, budaya, dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Tujuan pembangunan industri sendiri diantaranya yaitu meningkatkan pertumbuhan dan kontribusi sektor industri dalam perekonomian daerah, meningkatkan nilai tambah komoditas produk industri, meningkatkan penyerapan tenaga kerja sektor industri, serta terciptanya sinergitas rantai pasok industri kecil, menengah, dan besar.

Menurut penyampaian Sugeng, sasaran pembangunan Industri DIY pada tahun 2019-2039 terletak pada lima indikator pembangunan industri. Indikator yang dimaksud adalah kontribusi indurstri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), laju pertumbuhan industri pengolahan PDRB, jumlah tenaga kerja di sektor industri, investasi, dan nilai ekspor produk di sektor industri. Sugeng juga menyampaikan strategi pembangunan industri DIY yang meliputi penguatan SDM, penguatan pasokan bahan baku industri dalam daerah, perbaikan iklim usaha industri, kerjasama antar institusi terkait, serta meningkatkan daya dukung pengembangan industri sesuai perencanaan.

Pada pembahasan selanjutnya turut disampaikan rekomendasi-rekomendasi untuk naskah akademik dan Raperda Perencanaan Pembangunan Industri. Terdapat empat pokok pikiran yang harus dimuat dalam naskah akademik, yaitu tentang perwilayahan industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, dan pemberdayaan industri. Atas usulan dari beberapa pihak untuk memasukkan rekomendasi-rekomendasi tersebut ke dalam naskah akademik dan Raperda, maka Raker terkait Rencana Pembangunan Industri akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.