BUPENA Gunung Kidul Sampaikan Kekeringan Air Hingga Gagal Panen

Jogja, dprd-diy.go.id – Rabu (25/09/2019) masyarakat yang tergabung dalam Buruh Petani Nelayan (BUPENA) Gunung Kidul beraudiensi dengan DPRD DIY. Acara yang dilaksanakan di ruang lobi ini di hadiri oleh pimpinan sementara dan anggota dewan.

Huda Tri Yudiana selaku pimpinan sementara (Wakil Ketua Sementara) memimpin acara audiensi menerima mempersilakan kepada rombongan untuk menyampaikan permasalahan yang di alami BUPENA Gunung Kidul.

Subandi dari Ponjong menceritakan bahwa wilayah di Gunung Kidul mengalami kekeringan. “Kekeringan ini berdampak bagi pertani, tidak bisa menanam padi, peternakan juga berdampak, ketenagakerjaan dan ekonomi. Mohon agar permasalahan ini diperhatikan juga mendorong pembangunan jalan maupun irigasi untuk mendukung kegiatan kami,” tandasnya

Senada Sutrisna dari Patuk Gunung Kidul menyampaikan, “Patuk tahun ini merasakan kekeringan ini urgen kami sangat membutuhkan air. Saat ini harga untuk satu tank air seharga 150.000 rupiah.”

Sutrisna juga mengadukan industri topeng terkendala export, agar industri topeng diperhatikan.

Tidak hanya Patuk daerah Ngawen juga terdampak kekeringan, Nur Iksan petani ngawen menyampaikan, “Biasanya masa kemarau ini bisa gagal total panennya, saya harap ada sumur bor untuk pertanian bisa menjadi solusi bagi pertanian,” tuturnya.

Sedang dari pesisir daerah Tanjungsari Subayu menyampaikan, “Kurang optimalnya jalur di Baron, dan kecamatan kami kurangnya pelatihan. Bila ada program/pelatihan disertai ada pendampingan tidak di lepas.”

Sedang Suwarno dari Panggang meminta agar kepada anggota dewan, “Coba bapak ibu dewan mengecek fasilitas dan keamanan di pantai-pantai fasilitas perlu peningkatan,” tuturnya.

Suparja politisi dari Nasdem memberikan tanggapan terhadap apa yang sampaikan. “Dalam RPJMD 2025 harus selesai masalah air, aspirasi kami tampung kemudian sampaikan ke Pemda. Harapan saya visi dan misi gubernur dapat secepatnya terwujud.”

Wahyu Pradana Ade Putra yang juga mewakili Gunung Kidul menyampaikan Gunung Kidul memiliki anggaran untuk pengadaan air. Mungkin BUPENA bisa saran ide seperti misal di buat “kartu air” agar warga bisa langsung membeli air. Lebih lanjut Wahyu politisi dari PDIP juga jelaskan kebutuhan masyarakat  akan air ada dua macam, pertama untuk kebutuhan pertanian dan kebutuhan pertanian. Untuk Pertanian beliau sampaikan ke depannya agar bisa dibangun embung untuk mengantisipasinya kebutuhan pertanian.

Di akhir audiensi Huda sampaikan keprihatinan kekeringan di Gunung Kidul. “Kami  Pimpinan DPRD DIY akan berkomunikasi, rencananya kita akan ketemu gubernur untuk membicarakan kekeringan ini.  Kita minta kebijakan beliau untuk permasalahan ini”. Huda juga mengucapkan terimakasih masukkannya walau alat kelengkapannya belum jadi pimpinan akan handel ini. (az)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*