Butuh Peran dari Berbagai Elemen untuk Optimalkan Pencegahan Hingga Penanggulangan Bencana

Jogja, dprd-diy.go.id – Pekan lalu Jogja diguncang gempa sebesar 6,4 SR yang berpusat di Bantul. Peristiwa ini mengingatkan kembali bahwa DIY memiliki potensi bencana yang sangat tinggi.

Nuryadi, S.Pd., Ketua DPRD DIY mengingatkan bahwa potensi bencana di DIY ini sangat banyak. Selaku lembaga yang membidangi anggaran, Nuryadi mengungkapkan pihaknya telah memperhatikan anggaran di setiap level potensi bencana yang ada.

“Bagi kami keselamatan warga itu mutlak, sehingga bagaimana itu (anggaran) bisa digunakan sebagai pertanggungjawaban perlindungan masyarakat. Bahkan di tahun 2020 itu (anggaran bantuan tidak terduga)tidak kami otak – atik,” jelasnya saat menjadi narasumber dalam program Bicara Jogja Istimewa TATV, Kamis (6/7/2023).

DPRD DIY melakukan respon terhadap langkah yang dilakukan OPD melalui penganggaran khusus mitigasi dan penanggulangan bencana. Menurutnya seluruh pihak harus bekerjasama dalam memberikan rasa aman pada masyarakat.

Kerja sama harus dilakukan dengan tepat dalam mencegah dan menanggulangi bencana, termasuk kerja sama seperti BPBD DIY dan juga Jaga Warga.

“Ini kerja sama kami, walaupun secara keilmuan berbeda. Ketika kita anggarkan agar bagaimana bukan hanya soal fisik, melainkan bisa soal lainnya,” ungkap Nuryadi.

Nuryadi menilai upaya kalurahan tangguh bencana ini sudah sangat tepat, hanya saja keaktifan warga harus ditingkatkan. Peningkatan kualitas warga dalam mitigasi dan penanggulangan bencana ini bisa dilakukan melalui pelatihan – pelatihan.

“Tingkatkan gotong – royong, diaktifkan, harus tepat penanggulangannya. Harus ada pelatihan ini kan butuh anggaran, nah kita siapkan. Sehingga apapun yang bisa dimulai dari wilayah yang kecil,” harap Nuryadi.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapan BPBD DIY, Danang Samsurizal, S.T. menjelaskan upaya kaji cepat dilakukan oleh pihaknya ketika terjadi gempa pekan lalu. BPBD DIY memastikan informasi terkait gempa tersebut dan memastikan dampaknya yang terjadi.

“Kita lakukan kaji cepat apa yang terjadi kemudian sejauh mana ancaman tersebut. Info kami dapatkan dari BMKG. dampak di lapangan kami lakukan kaji cepat, kami kerahkan (petugas) di semua tingkatan dan mencari info apakah ada kerusakan,” Danang menjelaskan upaya BPBD DIY pasca gempa terjadi.

Ia mengimbau kembali bahwa seluruh pihak harus mengubah paradigma penanggulangan menjadi pencegahan. Upayanya terdiri dari pencegahan, pengurahan risiko bencana, mitigasi, kesiapan, dan kesiagaan.

“Kita telah lakukan kajian kritikal bencana, ada perubahan paradigma penanggulangan bencana menjadi pencegahan. Kita harus tahu risiko yang ada. Di Jogja ada 14 ancaman (bencana) dan yang prioritas 9, dan gempa bumi priorias tinggi,” jelasnya.

Terkait dengan kalurahan tangguh bencana, hampir seluruh kalurahan sudah dilakukan pendekatan pencegahan bencana. Sebab menurutnya berdasarkan peta bencana DIY, sebagian besar kalurahan memiliki risiko bencana.

“Masyarakat kita lakukan peningkatan kapasitas, dari mulai sosialisasi sampai pemahaman pengetahuan sampai terampil. Masyarakat sudah kita kasih edukasi penanggulangan bencana yang masih dasar. Ada juga satuan pendidikan aman bencana, rumah sakit aman bencana juga,” jelas Danang soal upaya pencegahan yang dilakukan BPBD DIY.

PMI DIY juga turut terlibat dalam bagian penanggulangan bencana di DIY. Dr. Arif Rianto Budi Nugroho, S.T. dari PMI DIY mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak bersama para relawan yang memiliki kontribusi sangat besar.

“Kami ujung tombaknya ada di relawan, yakni paling muda ada dari PMR, Korps Sukarela, ada juga tenaga sukarela (profesional). Ini semua ada dan berhimpun kalau ada kondisi darurat,” ia menjelaskan.

Terkait upaya yang dilakukan pasca gempa lalu pihaknya telah mengerahkan para relawan ini hingga dalam waktu 6 jam sudah berada di lapangan. Pihaknya meninjau, memberikan informasi terkait kondisi masyarakat, serta turun tangan langsung membantu jika ada korban.

“Kami sangat terbantu oleh para relawan yang sudah tersebar bahkan sampai kelurahan. Kerja sama kami juga dengan BPBD DIY. Relawan kita bina, kita bentuk di berbagai tingkat, ada pelatihan khusus untuk belajar secara keseluruhan,” kata Arif soal optimalisasi relawan yang dilakukan oleh PMI DIY dalam melakukan penanggulangan bencana. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*