Bandung, dprd-diy.go.id – Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat komitmen pengembangan program Sinau Pancasila melalui kunjungan kerja ke Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari napak tilas sejarah untuk menggali nilai-nilai kebangsaan, antikolonialisme dan perdamaian dunia yang diwariskan para pendiri bangsa.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan ke Museum KAA bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sarana pembelajaran langsung mengenai pengelolaan museum, pelestarian arsip sejarah, serta cara menghadirkan narasi perjuangan bangsa agar tetap relevan bagi generasi muda.
“Perjuangan melawan penjajahan masih sangat relevan hingga hari ini. Komisi A berkomitmen menjaga dan merawat Republik Indonesia, berjuang memakmurkan rakyat, menuju keadilan, serta ikut menjaga ketertiban dunia,” tegas Eko Suwanto.
Museum KAA yang berdiri di Gedung Merdeka menyimpan rekam jejak Konferensi Asia Afrika tahun 1955, tonggak penting ketika Indonesia tampil sebagai pusat perhatian dunia. Eko mengingatkan bahwa gagasan besar KAA telah dirintis Presiden Soekarno sejak 1933, kemudian diwujudkan melalui diplomasi tokoh-tokoh nasional seperti Mohammad Hatta dan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo.
Dalam pidato bersejarah berjudul “Let A New Asia and A New Africa Be Born” pada 15 April 1955, Bung Karno mengajak bangsa-bangsa Asia dan Afrika membangun solidaritas melawan penjajahan dengan berlandaskan Pancasila. Dari konferensi yang dihadiri delegasi 29 negara itu lahirlah Dasa Sila Bandung, yang hingga kini menjadi rujukan moral hubungan antarbangsa.
“Arsip pidato Bung Karno, risalah sidang, film dokumenter, hingga kursi asli para delegasi masih terawat dengan sangat baik di Museum Asia Afrika. Ini aset sejarah yang luar biasa,” ujar Eko.
Eko menilai Museum KAA memberikan tiga manfaat strategis, yakni sebagai pusat edukasi sejarah bagi generasi muda, ruang riset ilmiah dari tingkat sarjana hingga doktor, serta destinasi wisata sejarah yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia berharap Pemerintah Daerah DIY dapat terinspirasi untuk segera membangun museum perjuangan yang merekam peran penting Yogyakarta dalam sejarah bangsa, termasuk saat menjadi ibu kota republik dan pusat perjuangan pasca-proklamasi.
“Jogja memiliki sejarah kejuangan yang sangat kuat. Penting segera disusun naskah akademik dan dibangun museum perjuangan agar sejarah itu terus hidup untuk anak cucu kita,” katanya.
Dalam konteks global, Eko juga menegaskan kembali dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Ia mengingatkan bahwa Palestina pernah hadir sebagai peninjau dalam KAA 1955, sehingga perjuangan bangsa Palestina merupakan bagian dari nilai solidaritas Asia-Afrika.
“Jogja itu rumah dunia. Dari Yogyakarta, kita berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen kita berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Kunjungan Komisi A yang diikuti wartawan unit DPRD DIY tersebut diterima oleh Kepala Seksi Publikasi dan Promosi Nilai-Nilai KAA Kementerian Luar Negeri, Christofus Katon Bagaskoro. Ia menjelaskan bahwa Museum KAA dikelola untuk menjaga semangat anti-penjajahan, penghormatan hak asasi manusia, kesetaraan dan hidup berdampingan secara damai.
“Museum Konferensi Asia Afrika dikelola untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai Dasasila Bandung, seperti solidaritas, kesetaraan, penghormatan hak asasi manusia, serta hidup berdampingan secara damai. Melalui museum ini, masyarakat diharapkan dapat terus merefleksikan pentingnya perdamaian dan kerja sama internasional.”
Senada, Wakil Ketua Komisi A, Hifni Muhammad Nasikh, S.E., MBA., menyampaikan bahwa pengelolaan Museum KAA dapat menjadi inspirasi bagi DIY dalam mengembangkan ruang edukasi sejarah yang lebih hidup, modern dan relevan, sekaligus menegaskan keistimewaan Yogyakarta sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.
Melalui kegiatan Sinau Pancasila ini, DPRD DIY berharap nilai-nilai dasar kebangsaan terus dirawat dan diwariskan, sekaligus memperkuat peran Yogyakarta dalam mendorong perdamaian dan keadilan dunia. (cc/dta)

Leave a Reply