Eksekutif Sampaikan Paparan LKPJ Gubernur DIY TA 2019

Jogja, dprd-diy.go.id – Pada Selasa lalu (14/04/2020) Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DIY tahun anggaran 2019. Hari ini Kamis (16/04/2020) eksekutif menyampaikan paparan terkait LKPJ Gubernur DIY yang telah disampaikan Sri Sultan Hamnegkubuwono X sebelumnya.

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo mengungkapkan bahwa kontribusi APBD dalam perekonomian daerah (PDRB DIY) tahun 2019 sebesar 5,72% atau 5.978.131 rupiah. Sedangkan kontribusi belanja APBD seluruh pemda se-DIY pada 2019 dalam PDRB DIY sebesar 16,89%. Data tersebut menunjukan bahwa untuk mendorong perekonomian DIY diperlukan kolaborasi dengan pihak lain.

Budi mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 perekonomian DIY tumbuh sebesar 0,4% persen menjadi 6,6% meningkat dari tahun sebelumnya. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

“Semua lapangan usaha tumbuh positif, seperti konstruksi sebesar 14,39%, sektor pengadaan air sebesar 8,90%, dan makan minum sebesar 8,89%,” jelas Budi.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) DIY mengalami penurunan pada tahun 2019. Hal tersebut disampaikan Budi karena seluruh sektor bersama – sama mengupayakan terciptanya kesempatan kerja. Menurut penjelasan Budi, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menunjukkan kecenderungan bahwa tingkat pendidikan semakin tinggi.

Budi menambahkan bahwa dari 14 indikator kinerja utama Pemda DIY, terdapat tiga indikator yang belum dapat dapat dicapai. Ketiganya adalah Indeks Pembangunan Manusia 9IPM), indeks gini, dan presentase angka kemiskinan.

Pada indikator IPM, ditargetkan capaian sebesar 80,72 namun realisasinya hanya sebesar 79,99. Menurut penjelasan Budi, tidak tercapainya indikator IPM disebabkan masih adanya disparitas pengeluaran per kapita antar wilayah yang timpang. Ketimpangan yang ada ini turut berimplikasi dengan tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan.

Target realisasi indeks gini DIY 2019 sebesar 0,3846 dan capaiannya sendiri belum mampu lebih rendah dibawahnya yakni sebesar 0,4280. Terdapat peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,4220.

Sementara itu target capaian angka kemiskinan DIY 2019 sebesar 10,19%, sedangkan realiasasinya sebesar 11,44%. Berdasarkan data, Budi mengungkapkan bahwa presentase penduduk miskin cenderung turun secara berangsur. Budi menambahkan bahwa Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul masuk dalam kabupaten yang berada di atas rata – rata kemiskinan di DIY.

“Tingkat kemiskinan di kulon progo, gunungkidul dan, bantul berada di atas rata-rata tingkat kemiskinan DIY. Hal tersebut erat kaitannya dengan masalah ketimpangan pertumbuhan ekonomi atar wilayah,” jelasnya.

Terkait dengan Capaian Program Pemda tahun anggaran 2019, sebanyak 11 indikator dari 32 indikator belum tercapai. Menurut penjelasan Budi, beberapa data yang ditampilkan merupakan data sementara karena belum ada rilis resmi dari BPS maupun sumber dayt lain yang berwenang.

Sementara untuk Capaian Kinerja Urusan Pemerintahan tahun 2019 sebanyak 57 indikator sudah mencapai lebih dari 100 persen dan sebanyak 5 indikator masih kurang dari 100 persen. Kelima indikator tersebut adalah rata-rata hasil ujian SMK, prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak, peringkat keterbukaan informasi bagi badan publik level provinsi, nilai subsektor perikanan dalam PDRB DIY, dan nilai sub sektor tanaman pangan – holtikultura – perkebunan – peternakan dalam PDRB tahun berjalan. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*