Jogja, dprd-diy.go.id – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, saat Malam Tirakatan Peringatan Hari Jadi ke-270 Daerah Istimewa Yogyakarta digelar pada Rabu (12/3/2025). Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., turut hadir dalam acara yang menjadi simbol refleksi atas perjalanan panjang Yogyakarta sebagai daerah istimewa yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Peringatan Hari Jadi ke-270 DIY tahun ini mengusung tema ‘Jogja Tumata, Tuwuh, Ngrembaka’, yang mencerminkan harapan agar Yogyakarta terus berkembang secara berkelanjutan, baik dalam aspek budaya, sosial, maupun ekonomi.
Malam tirakatan diawali dengan pertunjukan Tari Jiva yang menggambarkan semangat kehidupan dan keharmonisan Yogyakarta. Setelah itu, hadirin disuguhkan paparan sejarah singkat Yogyakarta, yang mengajak mereka menelusuri perjalanan panjang daerah ini sejak era kerajaan hingga masa kini.
Dalam sambutannya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa usia ke-270 ini bukan sekadar angka, melainkan momentum bagi masyarakat untuk terus menjaga keistimewaan Yogyakarta di tengah tantangan zaman.
“Jogja Tumata, Tuwuh, Ngrembaka bukan hanya tema, tetapi juga cerminan perjalanan Yogyakarta yang terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya. Kita harus menjaga nilai-nilai luhur dan terus beradaptasi agar Yogyakarta tetap menjadi daerah yang maju, harmonis, dan sejahtera,” ujar Sultan.
Sebagai puncak acara, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Yogyakarta serta harapan akan masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan ini, Nuryadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum introspeksi dan kolaborasi.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab menjaga keistimewaan Yogyakarta. Pemerintah dan masyarakat harus terus bersinergi, sehingga Yogyakarta tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga tumbuh dan berkembang sesuai zamannya,” ungkapnya.
Malam Tirakatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh budaya, akademisi, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Suasana malam yang syahdu dengan nuansa khas Yogyakarta menambah kesan mendalam dalam peringatan kali ini.
Dengan tema ‘Jogja Tumata, Tuwuh, Ngrembaka’, peringatan Hari Jadi ke-270 DIY menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai keistimewaan yang telah diwariskan oleh para leluhur, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun Yogyakarta yang berkelanjutan, maju, dan tetap berakar pada budaya. (dta/lz)

Leave a Reply