Jogja, dprd-diy.go.id – Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., menggelar jumpa pers pada Selasa (3/6/2025) guna menanggapi berbagai isu lingkungan yang tengah menjadi perhatian masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Nuryadi menyampaikan pandangannya terkait kondisi iklim ekstrem yang belakangan ini terjadi dan dampaknya terhadap masyarakat, khususnya para petani.
Nuryadi menyoroti ketidakpastian iklim yang berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian. Menurutnya, perubahan musim yang tidak menentu menyulitkan petani untuk menentukan waktu tanam yang tepat.
“Paling terpukul saat ini adalah petani. Ketika hendak menanam, keesokan harinya malah turun hujan. Ini sangat merugikan,” ungkap Nuryadi.
Menghadapi kondisi tersebut, Nuryadi mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli dan bersama-sama mencari solusi jangka panjang demi keberlangsungan lingkungan hidup.
“Kita harus mulai sadar dan hadir secara nyata untuk menjaga lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi bumi di masa depan. Jangan sampai warisan yang kita tinggalkan untuk anak cucu adalah kerusakan dan kehancuran. Mari kita jaga lingkungan bersama-sama, sebelum semuanya terlambat.”
Selain isu iklim, jumpa pers juga membahas pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertambangan. Raperda ini disusun sebagai upaya pengaturan dan pengawasan aktivitas pertambangan di wilayah DIY, termasuk dalam rangka menekan praktik pertambangan ilegal.
Nuryadi menjelaskan bahwa kehadiran regulasi ini bukan untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi kegiatan pertambangan, melainkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan kegiatan pertambangan berlangsung secara legal dan bertanggung jawab.
“Perda ini bukan berarti membuka ruang bagi semua orang untuk menjadi penambang, tetapi sebagai bentuk pengaturan agar lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.
Menutup jumpa pers, Nuryadi juga menyinggung peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan rencana pelibatan pihak eksekutif dalam penyusunan anggaran terkait lingkungan. Ia berharap momentum ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan.
“Kita harus sadar dan hadir untuk lingkungan, agar apa yang kita lakukan hari ini bisa mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah di masa depan,” tutupnya. (akm/cc)

Leave a Reply