Komisi A Evaluasi Kesbangpol atas Penangkapan Teroris di DIY

Jogja, dprd-diy.go.id – Penangkapan sejumlah orang terduga teroris di DIY menimbulkan kekhawatirkan sejumlah pihak. DPRD DIY melalui Komisi A menyampaikan tanggapannya atas penemuan ini dalam kaitannya dengan kinerja Kesbangpol DIY sebagai mitra kerjanya.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyapaikan rasa kecewanya saat melakukan rapatt kerja dengan jajaran Kesbangpol DIY terkait terorisme. Kasus penangkapan sejumlah orang terduga teroris pada pekan lalu dinilai Eko menjadi perhatian khusus yang perlu dievaluasi oleh instansi terkait.

Eko menegaskan sejauh ini Komisi A telah mendorong Pemda DIY melalui Kesbangpol dalam upaya penguatan ideologi Pancasila. Langkah ini merupakan salah satu strategi dasar dalam pencegahan tindakan radikalisme dan terorisme.

“Kami minta dan akan mendorong dengan keras upaya upaya penguatan ideologi Pancasila dan ke-bhinekaan sebagai bagian penting pertahanan dan peningkatan kualitas masyarakat,” ungkapnya pada Selasa (06/04/2021).

Sementara Retno Sudiyanti, Sekretaris Komisi A DPRD DIY turut merasakan hal yang sama. Ia menyayangkan kejadian ini terlebih atas respon Kesbangpol DIY sebagai ujung tombak ideologi dan kesatuan bangsa di DIY.

“Kami sebenarnya sangat kecewa dengan Kesbangpol yang selalu menjawab dengan jawaban klasik, seperti tidak tahu dan bukan kewenangan kami. Terlihat bahwa Kesbangpol tidak memiliki data yang baik dalam hal tersebut, apalagi hal ini menjadi hal penting dalam pertahanan bangsa ini,” ungkat Retno.

Retno mengungkap kejadian ini menimbulkan keprihatinan bersama terutama bagi instansi yang membidangi langsung upaya pencegahan terorisme dan radikalisme ini. Menurutnya Pemda DIY kecolongan oleh para teroris ini yang diduga berlindung di balik suatu lembaga.

“Seharusnya tidak terjadi, Kesbangpol seharusnya bisa melakukan upaya-upaya bahkan pencegahan sejak awal,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa seharusnya Kesbangpol memiliki jaringan yang kuat dalam kaitannya dengan aspek politik dan hal lainnya menyangkut ideologi dan kesatuan kebangsaan.

“Ini harus menjadi keprihatinan kita semua termasuk Kesbangpol selaku dinas yang terdekat dengan ideologi dan persatuan bangsa,” imbuhnya.

KPH Purbodiningrat, Anggota Komisi A DPRD DIY menuturkan bahwa semestinya Kesbangpol diisi oleh pegawai yang berlatarbelakang militer. Menurutkan Kesbangol sangat membutuhkan SDM yang kuat serta hendaknya tidak memiliki stigma ASN yang ditempatkan di Kesbangpol itu tersingkirkan.

“Bahkan jika ada persoalan monggo silahkan dikomunikasikan dengan pihak DPRD DIY supaya didapatkan solusinya,” imbuhnya.

Menanggapi penyataan dari DPRD DIY, Sekretaris Kesbangpol DIY, Ani Srimulyani menegaskan pihaknya hingga saat ini tengah melakukan berbagai upaya pencegahan radikalisme. Ia mengungkapkan terkait terorisme, Kesbangpol menilai hal tersebut diluar kewenangannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Sinau Pancasila juga terus digerakkan. Program sinau Pancasila sudah diterapkan di semua kecamatan yang ada di DIY.

“Dan untuk program sinau ke-bhinekaan juga akan segera dilaksanakan. Terkait masalah jumlah terorisme dan hal lainnya memang hal tersebut bukan menjadi wewenang kami, bahkan kami juga tidak memiliki data terkait hal tersebut,” ucapnya. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*