Serap Informasi Pengelolaan Museum Bali

Selasa, (13/11/18) Dinas Kebudayaan DIY bersama dengan Komisi B DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Rangkaian kunjungan kerja dalam rangka menggali informasi terkait pengelolaan museum. pengelolaan museum di Bali sudah sangat baik, inovatif, dan mandiri, dapat berkembang meskipun tidak banyak campur tangan Pemerintah.

Gung Ray Arma Pemilik Museum Ubud, yang sekaligus Ketua Himpunan Museum Subali menyatakan bahwa Masyarakat Bali memiliki kekayaan budaya dan adat yang dituangkan dalam bentuk kesenian, baik seni rupa, seni lukis, seni pahat, seni tari, seni music, dan lain sebagainya. Budaya yang sudah melekat dengan keseharian masyarakat membuat masyarakat dapat membangun keseniannya sendiri dengan daya kreativitas masing-masing, salah satunya dengan mendirikan museum secara mandiri (museum swasta) namun tetap berkesinambungan dengan Pemerintah. Setiap museum punya karakteristik masing-masing, bahkan juga beberapa museum swasta telah memiliki Badan Yayasan masing-masing.

Sutejaneka Pemilik Museum Neka juga menyampaikan, museum merupakan investasi budaya jangka panjang, namun harus berdaya guna, pelestarian budaya, pengabdian masyarakat, juga sarana promosi atau pengenalan budaya Indonesia. dalam konteks museum di Bali terdapat berbagai pengaruh yang menyebabkan kesenian di Bali dapat menarik minat masyarakat. beberapa diantaranya yaitu pengaruh dari seniman Barat, peneliti dari Barat, serta turis-turis yang berkunjung ke Bali.

Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kesenian di Bali dengan memberdayakan asosiasi seniman di Bali untuk melakukan pertunjukkan kecil-kecilan di beberapa hotel yang menjadi tempat singgah atau transit para turis. Seniman memperlihatkan hasil karya mereka, dan kerap terjadi transaksi jual beli dengan para turis. Sehingga hasil karya seniman Bali di bawa pulang ke negara asal para turis, dan karya tersebut semakin dikenal khalayak luas.

Sedangkan upaya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum di Bali yaitu dengan mengelola museum dan untuk menambah pemasukan dari wisatawan yang berkunjung. Beberapa museum di Bali menyediakan cafeteria, playground untuk anak-anak, serta fasilitas workshop yang dapat meningkatkan daya tarik wisatawan di museum. Selain itu juga terdapat fasilitas paket tea time, melihat koleksi dengan paket makan siang, paket pre wedding, dan hal-hal lainnya yang mampu menambah income museum.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.