Komisi D Dorong Penguatan Layanan Ketenagakerjaan di Tingkat Kalurahan

Jogja, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD DIY melakukan monitoring Program Layanan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Peladi Makarti) di Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (1/12/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan program ketenagakerjaan berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi D RB. Dwi Wahyu B, turut serta Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik dan anggota komisi lainnya. Mereka diterima Lurah Panggungharjo Ari Suryanto beserta jajaran kalurahan, serta perwakilan Disnakertrans DIY Elini Supriyanti yang memaparkan perkembangan pelaksanaan Peladi Makarti.

Ari menyampaikan bahwa pemerintah kalurahan terus memaksimalkan Peladi Makarti sebagai pusat informasi dan layanan ketenagakerjaan yang mudah diakses warga.

“Kami ingin membuka akses kerja seluas mungkin dan melahirkan lebih banyak wirausahawan lokal,” ujarnya.

Ia menegaskan peran pendampingan Disnakertrans dan dukungan Komisi D sangat menentukan keberlanjutan program, terutama terkait kebutuhan anggaran.

Sementara itu, Elini menjelaskan Peladi Makarti dirancang untuk mendekatkan layanan ketenagakerjaan langsung ke masyarakat kalurahan, mulai dari perlindungan pekerja migran, penempatan kerja, peningkatan kompetensi, hingga akses BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan layanan yang dekat, stabilitas ketenagakerjaan dan ekonomi di tingkat paling bawah bisa lebih kuat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik menilai isu ketenagakerjaan masih menjadi tantangan besar DIY, sehingga efektivitas layanan seperti Peladi Makarti menjadi sangat penting.

“Ini langkah strategis untuk memastikan layanan hadir di tempat masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

Ketua Komisi D RB. Dwi Wahyu menambahkan pentingnya data akurat di tingkat kalurahan agar kebijakan ketenagakerjaan dapat tepat sasaran. Ia menyoroti perlunya sinkronisasi Peladi Makarti dengan program lain, termasuk Desa Prima, serta dukungan anggaran yang memadai.

“Kebijakan yang tepat hanya lahir dari data yang kuat,” ujarnya.

Ulu-Ulu Kalurahan Panggungharjo Agung Prananto menjelaskan Peladi Makarti baru berjalan sejak 2024 sehingga sosialisasi masih terus dilakukan. Inovasi yang telah berjalan meliputi layanan berbasis website dan pelatihan digital marketing bagi UMKM dan karang taruna.

Data hingga Oktober mencatat 409 penganggur, 74 pekerja migran aktif, 137 pekerja migran purna, dan 68 tenaga kerja disabilitas. Namun, Agung menyebut keterbatasan anggaran masih menjadi hambatan pelaksanaan program secara optimal.

Kunjungan Komisi D ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas lembaga dan memastikan Peladi Makarti semakin efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan ketenagakerjaan yang cepat, adaptif, dan tepat sasaran.

“Layanan ketenagakerjaan harus hadir sedekat mungkin dengan warga. Peladi Makarti adalah jembatan antara peluang dan masyarakat yang membutuhkannya.” (cc/uns)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*