Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 2 Ngaglik, Kabupaten Sleman, untuk memantau pengembangan Sekolah Model Pendidikan Khas Berbasis Budaya Jogja. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pendidikan yang berakar pada nilai-nilai budaya Yogyakarta sebagai dasar pembentukan karakter peserta didik, pada hari Selasa (04/11/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi D, R.B. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si., bersama anggota Komisi D, Tustiyani, S.H., Dra. Rita Nurmastuti, M.Pd., Rahayu Widi Nuryani, S.H., M.H., Arni Tyas Palupi, S.T., Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes., Arif Setiadi, S.I.P., dan H. Muhammad Yazid, S.Ag. Turut hadir pula perwakilan dari Dikpora DIY dan tenaga pendidik SMAN 2 Ngaglik.
Kepala SMAN 2 Ngaglik, Kristya Mintarja, S.Pd., M.Ed.St., menjelaskan konsep sekolah model yang diusungnya. Ia menilai, berbagai persoalan siswa saat ini muncul akibat pola asuh yang kurang tepat, tekanan kurikulum yang berat, serta sistem pendidikan warisan kolonial yang cenderung menghasilkan tenaga kerja tanpa melatih kemandirian berpikir. Kondisi tersebut diperburuk oleh gaya hidup hedonis dan lemahnya ketahanan mental remaja.
“Pendidikan saat ini belum sepenuhnya memerdekakan manusia. Karena itu, kami merancang kurikulum yang tetap berlandaskan Kurikulum Nasional namun diberi ruang inovasi melalui kegiatan kokurikuler, program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Program Pembelajaran Keberbakatan (SBO) di setiap tingkat kelas,” ujar Kristya.
Menurutnya, program SBO berperan penting dalam menyalurkan minat dan bakat siswa secara optimal. Hasilnya, siswa dapat mengekspresikan diri dengan lebih sehat, tingkat stres berkurang, serta kasus perilaku menyimpang dan perundungan menurun. Suasana belajar pun menjadi lebih menyenangkan dan produktif.
Pelaksana Tugas Balaidikmen Sleman, Rudy Prakanto, S.Pd., M.Eng., mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyebut Kristya sebagai figur kepala sekolah yang berani berinovasi dengan pendekatan budaya lokal.
“Membangun satuan pendidikan tidaklah mudah. Namun yang utama adalah bagaimana proses belajar mengajar mampu membentuk karakter siswa yang mencerminkan kepribadian khas Yogyakarta,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DIY, R.B. Dwi Wahyu B, S.Pd., M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap usulan SMAN 2 Ngaglik. Menurutnya, sekolah ini layak menjadi percontohan bagi satuan pendidikan lain di DIY.
“Langkah awal adalah penetapan resmi agar sekolah ini diakui sebagai lembaga berbasis budaya. Setelah itu, kami akan membahas dukungan anggaran untuk merealisasikan program ini,” terangnya. (cta/uns)

Leave a Reply