Jakarta, dprd-diy.go.id – Jumat (24/01/2025), empat anggota KPP DIY yaitu Ika Damayanti Fatma Negara, S.I.P., Rahayu Widi Nuryani, S.H., M.H., Arni Tyas Palupi, S.T., dan Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes., melakukan kunjungan kerja ke KPP RI. Kunjungan ini diterima oleh Dr. Badikenita BR. Sitepu, S.E., S.H., M.Si., selaku Anggota DPD RI dan Hj. Lisda Hendrajoni., S.E., M.MTr., selaku anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat. Kunjungan tersebut bertempat di Ruang Rapat KPP RI, Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program prioritas untuk tahun 2025, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan peningkatan perekonomian di Indonesia. Salah satu pembahasan utama adalah pentingnya melibatkan perempuan dalam program keamanan. Selain itu, perhatian juga diberikan pada isu kemiskinan di DIY, serta upaya penanggulangan kenakalan remaja yang meresahkan masyarakat.
Diskusi juga mencakup pentingnya penganggaran yang lebih baik untuk mendukung program-program prioritas, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan Bimtek, terutama untuk kaum perempuan. Pelatihan yang tepat sasaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dengan tema seperti pendidikan karakter keluarga, gerakan hidup bersih sehat dan lain sebagainya.
Sementara itu, dalam pelaksanaan program tersebut, terdapat beberapa kendala, seperti adanya ego antar partai politik yang menghambat dukungan, serta keterbatasan anggaran yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan program prioritas.
Diskusi juga mengarah pada pengembangan program yang relevan di DIY, seperti program “Woman Support Woman“, dan peningkatan perekonomian melalui pertanian organik untuk hidup sehat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan, dengan fokus pada pertanian yang terpisah antara tanaman organik dan non-organik.
“Program prioritas KPP di tahun 2025 antara lain adalah bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya perempuan, dalam peningkatan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Kami juga berharap RPJMD daerah bisa fokus pada masalah kemiskinan dan kenakalan remaja di DIY,” ungkap Badikenita. (mc/dta)

Leave a Reply