Mahasiswa UNISBA Lakukan Audiensi Soal UMKM di DIY

Jogja, dprd-diy.go.id – Sebanyak 80 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Islam Balitar (UNISBA) melakukan audiensi ke Kantor DPRD DIY. Heni, Dosen Akuntansi UNISBA ini menyampaikan bahwa kunjungannya pada kali ini mengambil tema semangat UMKM meneguhkan kembali jiwa entrepreneur.

Selaras dengan tema yang diambil, audiensi yang diadakan pada Rabu (2/10/2019) ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan kebijakan dalam persaingan ekonomi. Kedatangan para mahasiswa ini ke lembaga legislatif adalah untuk mencari tahu kebijakan, legalitas, dan anggaran untuk UMKM di DIY.

Nuryadi, ketua sementara DPRD DIY memberikan gambaran umum mengenai UMKM di DIY bahwa sejauh ini eksekutif memiliki beberapa tugas utama terkait UMKM. Pertama, menyalurkan dana dari pemerintah pusat kepada pelaku UMKM. Kedua, memberikan fasilitas kredit bagi para pelaku UMKM di DIY disertai pengawasan. Ketiga, membina serta mengarahkan UMKM dalam merintis usahanya. 

Agus Mulyono dari Dinas Koperasi dan UMKM mengawali dengan memberikan fakta bahwa berdasarkan data pada tahun 2017 sumbangan ekonomi terbesar DIY berasal dari UMKM yaitu sebanyak 98,2%. “Pada tahun 2018 total pelaku usaha UMKM di DIY ada 258.000, didominasi oleh pelaku UMKM jenis mikro atau skala paling kecil. Meskipun didominasi oleh UMKM, namun masih dominan di skala yang kecil, ini yang perlu kami evaluasi,” terang Agus.

Agus menyampaikan bahwa terdapat tiga hal yang harus diistimewakan oleh UMKM. Pertama, harus mendorong daya juang UMKM untuk ditingkatkan. Kedua, menciptakan daya kolaborasi yang berjejaring serta membentuk lembaga yang lebih kuat. Ketiga, membentuk pola UMKM dari sisi daya adaptasi dan kondisi kekinian.

“Kami ada tugas untuk menumbuhkan wirausaha baru. Sekecil apapun usaha memang ahrus dipikirkan targetting-nya dan jenis yang diproduksi. Ini yang kita coba tumbuhkan, yaitu mindset untuk menumbuhkan usaha. Kita ada incubator atau kita lihat dari sisi kesiapannya istilahnya bussiness check up,” tambah Agus.

Sementara itu, Woro Sulistyaningsih dari Disperindag menambahkan bahwa UMKM di DIY kini tengah mengalami persaingan yang cukup sulit dimana 34.000 IKM dari 94.000 IKM merupakan industri pangan. Woro mengungkapkan bahwa jumlah tersebut sangat timpang dengan IKM jenis pangan dengan skala besar yang hanya berjumlah 150 IKM. Disperindag saat ini tengah fokus dalam membangun motivasi dan edukasi industri di daerah (kecamatan) miskin.

“Kita juga ada tes produk, temu mitra, dan cek pasar. Kita coba mulai kepada para start up. Untuk target, kita coba kasih motivasi, untuk lihat perkembangan di sekitarnya. Misal ada tempat wisata, buatlah produk yang cocok untuk wisatawan yang datang,” imbuhnya. 

Disnakertrans DIY melalui Tunggul Bomoaji menyampaikan peran UMKM dala perspektifnya menurunkan angka pengangguran di DIY. Menurutnya pengangguran di DIY pada tahun 2018 terdata sebesar 3,35%, meskipun angka tersebut lebih rendah dibanding pusat yaitu 5,34%. Berkembangnya UMKM di DIY sejalan dengan upaya pemerintah daerah mengurangi angka pengangguran.

“UMKM berperan dalam mengurangi jumlah pengangguran di DIY. Kami juga terus berupaya melakukan perluasan kesempatan kerja. Kami memberikan pelatihan untuk keperluan usaha, targetnya ke penganggur dan wirausaha,” jelas Tunggul.

Sebagai salah satu usaha milik daerah DIY adalah Bank BPD DIY. Nur Iswantoro dari Bank BPD DIY menjelaskan terkait UMKM di DIY ini selaras dengan misi BAnk BPD DIY. “Salah satu misi kami sebagai agen pembangunan yang fokus mengembangkan sektor UMKM. Ada yang namanya kredit KUR dan angkringan (ringan), dan sebagainya. Kami bekerjasama dengan Disperindag dan Dinkopumkm untuk memberikan modal kepada masyarakat yang berada di bawah binaan mereka. Kami pun turut mengedukasi pengelolaan keuangan dan  laporan keuangan karena banyak masyarakat yang masih awam.”

Sekretaris Fraksi Nasdem PSI PD, Stevanus Christian Handoko manmbahkan bahwa UMKM perlu memperhatikan bussiness model yang berkembang saat ini. Seharusnya UMKM tidak hanya mengandalkan produk, namun mampu melihat pola bisnis yang berkembang di masyarakat sekitar. Menurut Steve salah satu cara mengikuti perkembangan adlah dengan melibatkan teknologi dan media sosial.

Widi Sutikno, Wakil Ketua Fraksi Nasdem PSI PD memberikan saran kepada mahasiwa UNISBA agar bisa mengembangkan UMKM di Blitar. Menurutnya Blitar pasti memiliki ciri khas tersendiri serta menjadi tantangan bagi masyarakatnya untuk lebih kreatif.

Yuni Satia Rahayu, Wakil Ketua PDI-P mengakhiri dengan memberikan saran bagi mahasiswa UNISBA agar inovatif melihat potensi industri dan usaha yang ada di Blitar. Yuni menyebut bahwa penentuan targetting dalam memulai usaha sangatlah penti sebelum membuat suatu produk. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*