Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD DIY mendorong penguatan peran museum sebagai pusat edukasi, pelestarian sejarah dan pengembangan pariwisata daerah. Upaya tersebut disampaikan saat Komisi D melakukan peninjauan ke Museum Pergerakan Wanita Indonesia di Jalan Laksda Adisucipto 86-88, Kabupaten Sleman, Rabu (20/05/2026).
Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi D, Anton Prabu Semendawai, S.H., M.Kn., dilakukan untuk meninjau tata kelola museum swasta sekaligus membahas sinkronisasi kebijakan perlindungan museum di DIY.
Anton Prabu mengatakan museum memiliki fungsi penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus sarana pelestarian nilai sejarah bagi generasi muda.
“Kami berharap museum ini juga menjadi tempat melestarikan, tempat orang-orang bisa belajar dan anak-anak didik kita bisa belajar,” ujarnya.
Menurut Anton, keberadaan museum juga dapat memperkuat sektor pariwisata DIY yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Ia menilai pengembangan museum akan memberikan alternatif destinasi wisata edukatif yang mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan di Yogyakarta.
“DIY memang terbesar untuk wisata domestik, tetapi bagaimana pariwisata ini juga mendukung PAD yang ada di DIY. Kalau hanya Malioboro, Prambanan atau Borobudur, satu sampai dua hari maksimal selesai. Kami berharap museum di DIY semakin berkembang,” katanya.
Komisi D juga mendorong adanya dukungan pendanaan dan regulasi yang lebih kuat terhadap museum, baik museum swasta maupun museum milik pemerintah. Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Permuseuman.
“Kami mendorong supaya nanti ada dukungan untuk museum, baik swasta maupun plat merah. Kami juga sedang membuat raperda tentang permuseuman. Harapannya Jogja bisa menjadi ‘The City of Museum’,” jelas Anton.
Ia menambahkan, konsep museum di DIY tidak hanya mencakup bangunan fisik, tetapi juga nilai budaya yang bersifat tangible maupun intangible, termasuk kawasan sumbu filosofis Yogyakarta yang disebut sebagai “living museum”.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi D DPRD DIY juga berharap Museum Pergerakan Wanita Indonesia dapat menjadi ruang inspirasi bagi masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, untuk memahami sejarah perjuangan perempuan Indonesia.
“Kami berharap museum ini bisa menginspirasi banyak orang, terutama ibu-ibu, perempuan muda, dan anak-anak sekolah untuk melihat bagaimana perjuangan wanita dalam sejarah bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Museum Pergerakan Wanita Indonesia, Diyah Arum Puspitasari, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Komisi D terhadap keberlangsungan museum swasta di DIY.
“Semoga museum-museum swasta di DIY semakin maju dan harapan kami terkait regulasi, bantuan pendanaan, maupun sertifikasi dapat terlaksana pada tahun depan,” pungkasnya. (lz/dta)

Leave a Reply