Pemda DIY dan Penegak Hukum Harus Lebih Tegas untuk Memberikan Rasa Aman, Dr. R. Stevanus : “Tidak Ada Alasan untuk Tidak Tegas Melawan Klitih Kriminal !”

Jogja, dprd-diy.go.id – Klitih kriminal kembali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang siswa kelas XI IPS 3, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta bernama Daffa Adzin Albasith (18) meninggal dunia setelah dibacok orang tak dikenal di Gedongkuning Rejowinangun Kotagede Yogyakarta, Minggu (03/04/2022) dini hari.

Korban dianiaya saat hendak pulang ke rumah kos usai membeli makan sahur. Hari ini terjadi kembali kasus yang sejenis, penganiayaan terhadap anak SMA di wilayah Babadan tidak jauh dari Gembira Loka. Kejadian ini menambah daftar panjang korban kekerasan jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM dari Partai Solidaritas Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus nampak hadir ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Kejadian kekerasan ini sudah berulang terjadi, pemerintah daerah harus mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk segera mengatasi permasalahan ini.

Selain itu, Dr. R. Stevanus juga menyoroti agar penegak hukum harus lebih tegas untuk bisa mengatasi kriminal jalanan ini. Sudah tidak ada alasan untuk tidak bertindak tegas, karena sudah banyak korban jiwa akibat kriminal jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tindakan pelaku kriminal ini sudah tidak masuk akal, begis, sadis kejam di luar perikemanusian.

Dr. R. Stevanus mengharapkan semua pihak untuk bisa bekerja sama. Kolaborasi dengan semua pihak harus dioptimalkan dalam membantu memberikan rasa aman. Dinas Kesbangpol, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga dan juga Dinas Kominfo harus berkolaborasi untuk membantu menyelesaikan persoalan yang terus saja berulang. Pembangunan infrastruktur seperti CCTV, environment monitoring system, command center, yang terintegrasi omni channel sudah tidak bisa ditunda lagi untuk juga membantu memberikan rasa aman bagi masyarakat secara luas.

Selain itu Dr. R. Stevanus juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan penguataan terhadap fungsi Dinas Kesbangpol dan Satpol PP dalam pelaksanaan sampai dengan pemantauan pelaksanaan urusan bina ideologi, wawasan kebangsaan, ketertiban kemasyarakatan, penanganan konflik, hingga kewaspadaan nasional dalam rangka menjaga ketertiban, keamanan masyarakat secara luas.

Daerah Istimewa Yogyakarta harus dikembalikan sebagai kota yang aman, ramah terhadap wisatawan maupun semua orang yang beraktivitas. Tidak boleh lagi kita menolerir kejadian kekerasan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta apapun alasannya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*