Pendapat Akhir Fraksi Partai Amanat Nasional Terkait Raperda Kewirausahaan Daerah

PENDAPAT AKHIR

FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL TERHADAP

RANCANGAN PERATURAN DAERAH  DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

TENTANG

KEWIRAUSAHAAN DAERAH

 

Yang saya hormati, Pimpinan Rapat Paripurna serta Pimpinan Dewan Lainnya.

Yang saya hormati, Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Yang saya hormati, Anggota DPRD  DIY.

Yang saya hormati, Sekretaris Daerah beserta seluruh jajaran Eksekutif.

Yang saya hormati, seluruh rekan-rekan Wartawan dan Hadirin sekalian yang berbahagia.

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Teriring salam dan doa kami sampaikan semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT, Amin.

Fraksi PAN setelah mencermati hasil pembahasan Raperda Kewirausahaan Daerah , maka kami akan sampaikan pendapat akhir fraksi sebagai berikut:

Kehadiran raperda kewirausahaan daerah sangat penting dan strategis. Sebab dimaksudkan untuk mendorong perekonomian DIY dan menciptakan lapangan kerja. Saat ini pertumbuhan ekonomi DIY masih tergolong rendah. Jumlah pengangguran terbuka juga masih cukup banyak. Dan secara kuantitatif pelaku usaha masih kecil. Untuk menjadi daerah yang maju maka jumlah pelaku usaha ( entrepreneur) harus terus didorong dan dikembangkan. Oleh sebab itu FPAN setelah mengikuti dan mencermati pembahasan raperda ini sepakat untuk segera disahkan menjadi perda.

  1. Namun FPAN mengingatkan semua pihak khususnya jajaran eksekutif, keberadaan perda kewirausahaan ini segera diimplementasikan. Kita menyadari bahwa masalah kewirausahaan ini berhasil tidaknya ditentukan oleh banyak faktor. Pemerintah hanya salah satu faktor. Ada hal lain yang perlu disinergikan seperti kemudahan dalam berusaha, fasilitasi perbankan dan kemudahan dalam investasi, perlindungan terhadap pekerja lokal. Dan yg tidak penting adalah menumbuhkan mentalitet pengusaha. Dalam dunia usaha sudah lazim dipahami bahwa menjadi pelaku usaha itu akan menghadapi resiko gagal dan berhasil. Jika gagal mesti bangkit kembali bahkan bisa berkali-kali. Untuk itu semangat yg demikian harus bisa ditangkap oleh pemerintah dalam implementasi perda kewirausahaan daerah ini. Perlu fasilitasi dan pendampingan agar usaha mengembangkan kewirausahaan daerah dapat berhasil dengan baik
  2. Kondisi perekonomian masyarakat makin sulit. Daya beli masyarakat menurun sebagai dampak dari kenaikan beberapa kebutuhan rumah tangga seperti; listrik, BBM, Gas, dan kebutuhan pokok seperti beras, daging dan ayam. Lapangankerja tidak banyak. Apalagi Bank Indonesia sudah menaikan tingkat suku bunga. Untuk itu FPAN meminta agar pemerintah DIY memberikan perhatian pada kondisi perekonomian agar apa yg ditargetkan pemerintah sesuai harapan sebagaimana ditulis dalam Raperda RPJMD 2017-2022.

Demikianlah pendapat akhir FPAN terhadap Raperda Kewirausahaan Daerah. Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim disertai doa dan harapan agar dengan hadirnya raperda ini dapat mendorong penciptaan kewirausahaan di DIY. Dan akan meningkat kesejahteraan masyarakat DIY diwaktu yang akan datang. Lebih kurang mohon maaf.

Wassalamu alaikum wr wb.

 

Yogyakarta, 24 September  2018

FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL

DPRD  PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

  

                  Ketua Fraksi                                                                          Sekretaris

 

 

                           Suharwanta, ST                                                                    Arif Setiadi, SIP

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.