Pengoptimalan Kinerja Satlinmas Penting untuk Jaga Ketertiban Umum dalam Masyarakat

Kulon Progo, dprd-diy.go.id – Komisi A berkomitmen memberikan perhatian kepada Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai organisasi yang tangguh dan tanggap menjaga lingkungannya. Satlinmas yang secara struktur berada pada tingkat desa atau kelurahan ini hendaknya mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme yang kini mengancam.

Hal ini disampaikan oleh Eko Suwanto Ketua Komisi A yang terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan anggota Satlinmas. Menurutnya meningkatnya potensi dana desa yang diberikan harus selaras dengan meningkatnya kesejahteraan Satlinmas.

“DPRD DIY terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan anggota Satlinmas, sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme tentunya kesejahteraan Satlinmas harus kita perhatikan juga. Saat ini dana desa potensinya besar, ini dapat dianggarkan untuk meningkatkan kesejahteraan Satlinmas,” tuturnya pada kunjungan Komisi A Kamis (13/02/2020).

Melihat semakin maraknya kasus kejahatan di DIY serta potensi bencana, Eko mengungkapkan Satlinmas harus mendapatkan pendidikan dan pelatihan sejak dini. Kepada anggota Satlinmas yang hadir, Eko mengimbau agar turut aktif berpartisipasi dalam pelatihan yang akan dilakukan secara berkala nantinya.

“Sebanyak 30.858 anggota Satlinmas yang berada di DIY akan kita berdayakan bersama Polri serta TNI untuk diberikan kemampuan deteksi dini. Tujuannya agar mampu mencegah dan mendeteksi tindak kejahatan yang marak terjadi. Pelatihan tentang mitigasi bencana juga akan diberikan, karena Satlinmas inilah yang pertama maju saat terjadi bencana,” ungkapnya.

Eko berharap peningkatan dana pembinaan Satlinmas pada tahun 2020 menjadi 1 miliar dapat mengoptimalkan kinerja Satlinmas. Eko juga berharap agar segera dilakukan pembaharuan struktural Satlinmas untuk meregenerasi anggota Satlinmas.

Perlu Regenerasi Satlinmas

Sementara itu, Suwardi Wakil Ketua Komisi A menambahkan bahwa saat ini diperlukan regenerasi untuk melanjutkan dan meningkatkan struktur Satlinmas. Hal ini semata – mata untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas Satlinmas serta memberikan kesempatan bagi kalangan muda berpartisipasi dalam menjaga lingkungan masyarakatnya.

“Satlinmas merupakan aset sebagai relawan dalam berbagai dinamika di masyarakat. Saat ini diperlukan regenerasi untuk melanjutkan kerja dan memperbarui struktur organisasinya. Kondisi Satlinmas saat ini masih didominasi oleh generasi tua, perlu kalangan muda juga dilibatkan,” ujar Suwardi dalam kunjungan di Kantor Desa Sentolo ini.

Muhammad Syafi’i, Anggota Komisi A, menyampaikan harapan besarnya agar kualitas Satlinmas dapat meningkat. Syafi’i berharap dapat tercipta regenerasi Satlinmas yang mumpuni mengingat pentingnya peran Satlinmas saat ini.

Butuh Sinergitas Berbagai Pihak

Pada kesempatan ini Noviar Rahmat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY mengungkapkan bahwa pihaknya terus mengawasi serta melibatkan Satlinmas dalam berbagai operasi yang dilakukan. Satlinmas yang merupakan bagian dari Satpol PP ini juga telah diberikan alokasi anggaran khusus kegiatan Satlinmas.

Noviar mengimbau Satlinmas harus aktif dalam peran sertanya menangani kejahatan jalanan yang marak terjadi terutama di lingkungan remaja dan pelajar. Menurut keterangannya sudah banyak keterlibatan Satlinmas dalam upaya operasi yang dilakukan di sekolah-sekolah dan lingkungan sekitarnya.

“Kami sudah intensifkan berbagai kegiatan dalam upaya mencegah kejahatan jalanan terutama oleh kalangan remaja. Seperti halnya kita libatkan Satlinmas dalam setiap operasi, seperti kegiatan program POL PP Goes to School. Kami bersama memantau kegiatan pelajar serta memberikan imbauan terkait kejahatan jalanan. Kami juga melihat dan merazia hal – hal yang mencurigakan di sekitar lingkungan sekolah,” ungkap Noviar.

Noviar mengungkap Satpol PP bersama Satlinmas telah melakukan razia kendaraan bermotor para siswa serta warung – warung atau angkringan sekitar sekolah. Menurut Noviar dari enam kasus yang ditemukan terkait minuman keras, empat di antaranya berasal dari Kabupaten Kulon Progo.

Menyikapi beberapa persoalan kejahatan jalanan yang terjadi di Kulon Progo, Hifni Muhammad Nasikh, Anggota Komisi A mengatakan terbuka menerima masukan terkait pencegahan kejahatan jalanan ini. Menurut Hifni yang terpenting adalah sinergitas dan komunikasi dengan berbagai pihak dengan tujuan mencegah radikalisme, terorisme, serta kejahatan jalanan.

“Ini jadi tugas kita bersama, dibutuhkan sinergi dan komunikasi dengan berbagai macam pihak. Selanjutnya mengenai isu radikalisme dan terorisme, tentu jadi pemikiran kita bersama dan mari kita bekerja sama mencegah berbagai kejahatan yang ada di sekitar,” tutur Anggota DPRD DIY dari daerah pemilihan Kulon Progo ini. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*