Penyampaian Hasil Kerja Pansus BA No. 28 dan BA No. 39 dalam Rapat Paripurna

Jogja, dprd-diy.go.id – Agenda Rapat Paripurna DPRD DIY kembali diselenggarakan dengan acara penyampaian laporan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Raperda Tata Cara Pembentukan Produk Hukum Daerah (BA No 28 Tahun 2018) serta Raperda RIPPARDA DIY Tahun 2012-2025 (BA No 39 Tahun 2018). Rapat dilaksanakan pada 28 Desember 2018 dan dipimpin oleh Yoeke Indra Agung Laksana, yang mengawali rapat dengan menyampaikan rasa duka atas bencana yang menimpa masyarakat di sekitar Selat Sunda.
Memasuki agenda pertama, yaitu laporan Pansus BA No.28 yang dibacakan oleh Danang Wahyu Broto dan dilanjutkan pembacaan laporan Pansus BA No.39 oleh Suharwanta. Kedua juru bicara Pansus menyampaikan proses pembahasan mulai dari dasar hukum, susunan personalia, hasil pembahasan dengan Pemda, serta hasil fasilitasi dengan Kemendagri. Terkait Pansus pembentukkan RIPPARDA, dikatakan oleh Suharwanta bahwa Rapat Paripurna ini adalah hasil akhir Raperda yang bersifat menyempurnakan peraturan yang sudah ada, bahkan pengubahan materi ridak mencapai 50%. Suharwanta menegaskan penekanan Raperda ini yaitu untuk memperluas cakupan visi pembangunan dan reformulasi kepariwisataan di DIY, yang tidak terbatas hanya dalam lingkup Asia Tenggara saja.

Penyampaian hasil laporan kedua Pansus tersebut, kemudian ditandatangani dan disetujui oleh Rapat Paripurna, sehingga Raperda telah ditetapkan menjadi Perda dan Persetujuan Bersama. Kemudian hasil laporan Pansus dilanjutkan dengan penyampaian Pendapat Akhir Gubernur DIY. Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelasakan pendapat terkait Pansus BA No.28 bahwa Perda tersebut menjadi pedoman dalam membuat produk hukum yang berkualitas secara formil dan material sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan juga menjadi wujud nyata penyelenggaraan otonomi daerah tepatnya tugas pembantuan. Selanjutnya pendapat Gubernur mengenai laporan Pansus Ba No.39 berkaitan dengan RIPPARDA yang akan menjadi pedoman Pemda dalam menyusun kebijakan yang lebih terpadu dan terarah, serta bagi stakeholders lainnya dalam menghadapi permasalahan di bidang pariwisata. Disampaikan Gubernur bahwa DIY memiliki potensi yang tinggi dalam bidang pariwisata, bahkan berkontribusi 4,61% dari keseluruhan perjalanan penduduk domestik di Indonesia. (ra)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.