Perkuat Stabilitas Kebersamaan Melalui Silahturahmi

Pengajian Pejabat dan Aparat di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta diadakan Rabu (1/2/2017) di Ruang Hall Gedung DPRD DIY. Sekitar 800 orang hadir dalam pengajian rutin tersebut. Beberapa di antaranya hadir perwakilan dari Angkatan Udara (AU), Kepolisian, Angkatan Darat (AD), serta aparat pemerintahan se-DIY.

Dalam sambutannya Inung sapaan akrab Wakil Ketua DPRD DIY Arief Noor Hartanto mengaku senang dengan pengajian yang rutin diadakan ini. ”Kami dari DPRD DIY senang dengan diadakannya pengajian rutin dengan berbagai elemen masyarakat”, ujar Inung.

Inung juga menyampaikan bahwa kohesi sosial antar masyarakat di DIY semakin merenggang. Maka dari itu pengajian yang diadakan DPRD DIY diharapkan menjadi ajang silaturahmi. “Mari kita satukan seluruh elemen yang ada di Yogyakarta. Yogya yang istimewa adalah Yogya yang ayom, ayem, tentrem. Yogya yang penuh dengan berkah dan ridha Allah SWT,” tutupnya.

Pengajian yang diisi oleh Dekan Fakultas Psikologi UAD Khoiruddin Basori  membahas tentang toleransi dan pentingnya pendidikan nilai yang penuh kasih sayang. Dalam masyarakat saat ini sedang berkembang tren tergesa-gesa, resiko orang yang tergesa-gesa adalah tidak berpikir secara mendalam. Contohnya, ketika menerima kiriman berita tidak dikritisi dan langsung dibagikan ke temannya. Tren yang kedua adalah permusuhan. Banyak orang yang saling menjelekan orang lain, menebar kebencian di mana-mana. “Lebih baik kita tidak ikut menebar kebencian apabila tidak tau persis permasalahannya,” ujar Irut sapaan akrab Dekan Fakultas Psikologi UAD Khoiruddin Basori. Tren yang ketiga yaitu humorless, tidak punya rasa humor. “Terlalu serius dan susah untuk diajak bercanda.” Jelasya.

Irut juga menjelaskan, Yogyakarta merupakan kota yang memiliki banyak paradoks yang rawan menimbulkan perselisihan antar masyarakat. Kerawanan tersebut perlu dirawat, salah satunya dengan menanamkan pendidikan nilai. Nilai-nilai yang dijarkan merupakan nilai kasih sayang, bukan kebencian. “Apabila orang hidup penuh kebencian, bukan hanya instabilitas yang akan dirasakan, hidup pun menjadi tidak nyaman.” Ungkapnya.

Irut berujar, hal tersebut menjadi tanggungjawab kita untuk mendekati, mendidik, dan memperbaikinya. “Bila kita mau memperbaiki dan mendidik orang lain, maka harus didasari oleh cinta.” Ungkapnya. Irut memandang mendidik harus didasari oleh cinta. Karena cinta maka tidak ada kebencian. Sebelum mengakhiri mauidhohnya-nya Irut mengajak kepada hadirin untuk menjaga kebersamaan dan silahturahmi. “Marilah kebersamaan menjadi tanggungjawab kita. Stabilitas itu dimulai dari kita, dari nilai-nilai ketaqwaan. Karena hanya orang yang bertaqwa bisa stabil terus menerus. Orang yang bisa stabil terus-menerus bisa merasakan dan menikmati kebahagiaan hidup sesuai dengan isi surat Al-Baqarah 189.” Ungkapnya kemudian diakhiri salam. (as)