Strategi Percepatan Vaksinasi untuk Rakyat

Jogja, dprd-diy.go.id – Pemerintah kini tengah mendorong percepatan vaksinasi Covid-19, termasuk di DIY. Sejauh ini vaksin dapat diakses oleh masyarakat umum termasuk usia 12-18 tahun.

Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM menyampaikan bahwa saat ini target vaksinasi di DIY baru mencapai 40% dari target vaksinasi dosis I dan mencapai 15% dari target baksinasi dosis II. Angka tersebut merupakan hasil dari percepatan vaksinasi di DIY, meskipun masih jauh dari target yang diharapkan.

Ia menjelaskan percepatan vaksinasi tidak semata untuk mencapai target, melainkan bertujuan untuk membentuk herd immunity. Meningkatnya kasus varian delta membuat angka reproduksi virus menjadi 6,5.

“Supaya terbentuk herd immunity angka terget vaksinasi ini harus dibuat untuk mencapai herd immunity. Varian asli dengan angka reproduksi 2,5, saat ini varian delta angka reproduksi lebih tinggi sekitar 6,5 sehingga butuh target vaksinasi sebesar 85% dari penduduk di populasi sudah punya imunitas,” jelas Riris, Selasa (10/08/2021) pada tayangan Ngobrol Parlemen Tribunnews.

Menurutnya banyak inovasi yang dapat dilakukan untuk mendorong percepatan vaksin, salah satunya dengan bekerjasama dengan lima universitas di DIY yang memiliki fakultas kedokteran.
“Perlu diperhatikan pemerintah, harus ada adjustment agar tidak hanya target tapi juga menciptakan herd immunity,” ungkapnya.

Sementara diketahui bahwa Polri turut membantu percepatan vaksin dengan mengadakan vaksinasi massal di beberapa titik. Polda DIY sendiri turut turun tangan mendorong percepatan dengan mengadakan vaksinasi massal.
Hal ini disampaikan Yulianto, Kabid Humas Polda DIY bahwa pihaknya turut mengadakan kerja sama dengan beberapa elemen seperti perguruan tinggi.

“Kita sudah lakukan kerjasama dengan Poltekes. Beberapa nakes kita libatkan mahasiswa dari Poltekes, kita juga kerjasama dengan lima perguruan tinggi yang ada fakultas dokternya biar segera mengakomodir daerah merah. Seperti UMY di daerah Bantul, UGM juga di Sleman,” ungkap Yulianto.

Ia menambahkan bahwa yang paling utama dari upaya percepatan ini adalah ketersediaan vaksin. Ia berharap ada kenaikan jumlah vaksin yang ada di DIY untuk percepatan.

“(Bekerjasama) dengan siapapun yang penting yang jadi penentu adalah ketersediaan vaksin. Kalau target 2 juta warga, tapi mungkin itu yang ber-KTP DIY, padahal di Jogja bukan hanya DIY saja,” lanjutnya.

Ketua Komisi A, Eko Suwanto menambahkan bahwa Komisi A mendukung percepatan vaksinasi oleh Pemda DIY secara terorganisir. Eko menyampaikan bahwa percepatan ini dapat dilakukan melalui beberapa cara yakni mengubah sistem vaksinasi dari sistem pendaftaran menjadi sistem undangan. Selanjutnya adalah vaksinasi berbasis desa atau kelurahan yang diperkirakan akan mempercepat vaksinasi dari tingkat bawah serta perkuat tim kesehatan.

“Ini yang terus kami lakukan untuk percepatan ini lakukan basis desa semua gotong-royong semuanya di desa,” imbuhnya.

Eko menambahkan bahwa perlu upaya peningkatan stok vaksin di DIY. Ia berharap pemda dapat melakukan komunikasi dengan pusat terkait kebutuhan vaksin.

Menurut Eko perlu pemahaman masalah terkait hal ini seperti keterbatasan tenaga kesehatan dan keterbatasan vaksin. Eko menyarankan agar Pemda DIY menyiapkan anggaran untuk membeli vaksin di luar penyaluran vaksin dari pusat.
Eko menambahkan bahwa pemeintah juga perlu mengatur alokasi belanja dengan menunda program yang tidak bisa terlaksana atau dapat ditundah. Hal terpenting saat inimenurut Eko Adalah prioritas vaksinasi, penuntasan Covid-19 serta perlindungan bagi tenaga medis, relawan dan sebagainya. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*