Aksi Demo Aliansi GEMPA (Gerakan Mahasiswa Peduli Agraria) dalam Peringatan Hari Tani Nasional

Jogja, dprd-diy.go.id – Dalam memperingati Hari Petani nasional (24/9/2018), aksi demo juga dilakukan oleh Aliansi GEMPA (Gerakan Mahasiswa Peduli Agraria)  beranggotakan BEM SI DIY, LBH Yogyakarta, ISMPI, Pembebasan Sanggili, AMP, FHH-HIMAGRI, dan KBN.

Fokus orasi yang disampaikan yaitu terkait isu impor beras dan swasembada pangan, di mana Indonesia telah mengalami surplus beras sehingga diharapkan Pemerintah dapat menghentikan impor dan memberdayakan hasil petani lokal. Aliansi GEMPA juga memyampaikan beberapa isu dan konflik agraria baik pada lingkup nasional maupun daerah yang sampai saat ini belum menemukan titik terangnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Aliansi Gempa menyampaikan beberapa tuntutan sebagai berikut :
1. Mewujidkan Reforma Agraria sejati yang berdasarkan UUPA No. 5 Tahun 1960
2. Perbaharui UU No. 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah
3. Optimalkan UU No. 19 tahun tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
4. Stop Impor Pangan dan Wujudkan Swasembada Pangan
5. Membentuk Badan Otonomi Pangan di tiap daerah
6. Sinkronisasi data BPS dan Kementerian Pertanian
7. Hentikan pendekatan Militeristik terhadap konflik agraria

Adapun tuntutan turunan yang disampaikan antara lain sebagai berikut :
8. Tarik Militer (organik dan non-organik) dari tanah Papua, tutup seluruh perusahaan nasional maupun asing di seluruh wilayah Papua, buka ruang demokrasi seluas-luasnya untuk pelaksanaan HMNS sebagai solusi demokratis bagi Bangsa West-Papua
9. Hentikan kriminalisasi aktifis pejuang lingkungan hidup
10. Usut tuntas pelanggaran HAM masa lalu
11. Adili dan penjarakan pelaku pelanggaran HAM masa lalu
12. Tolak pertemuan IMF – World Bank di Nusa Dua Bali
(ra)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.