Jogja, dprd-diy.go.id – Senin (24/9/2018) siang di halaman gedung DPRD DIY, satuan mahasiswa yang tergabung dalam GNP (Gerakan Nasional Pendidikan) melakukan aksi demo dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional. Momentum Hari Tani dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi rakyat, khususnya agraria dan kesejahteraan petani.
Menurut GNP, beberapa konflik agraria yang tengah dihadapi Indonesia yaitu, kasus pembangunan bandara New York Internasional Airport (NYIA), kasus hutan kemasyarakatan kelompok petani Mintasari dengan ancaman pencabutan hak pengelolaan hutan, dan kasus penggusuran di Parangkusumo. Secara lebih rinci, GNP menyampaikan tuntutan antara lain sebagai berikut :
- Tolak Global Land Forum
- Tolak Pertemuan IMF dan World Bank
- Tolak Paket regulasi yang meliberalisasi sektor agraria khususnya bidang pertanahan;
- 16 paket kebijakan ekonomi Jokowi
- PERDAIS No.2 Tahun 2017
- UU Pengadaan Tanah No.2 Tahun 2012
- Hentikan segala bentuk perampasan lahan pertanian
- Tolak pencabutan hak pengelolaan hutan kelompo Mintasari Gunung Kidul
- Tolak pembangunan kota bandara di Kulon Progo
- Usut tuntas kriminalisasi terhadap petani
- Hentikan diskriminasi pendidikan bagi anak petani dan buruh
Solusi yang disampaikan antara lain :
- Laksanakan Reforma Agraria yang termaktub dalam UUPA Nomor.5 Tahun 1960
- Berikan akses pasar terhadap petani
- Berikan payung hukum terhadap petani
- Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan
(ia)



Leave a Reply