ALOR PETA Datangi DPRD DIY dalam Upaya Cegah Gerakan Separatis

Jogja, dprd-diy.go.id – Pada Senin (03/01/2022) DPRD DIY menerima audiensi dari Aliansi Organisasi Masyarakat Pembela Tanah Air DIY (ALOR PETA DIY). Kegiatan audiensi ini dilaksanakan di ruang lobby lantai 1 Gedung DPRD DIY dan dipimpin oleh Suwardi, Wakil Ketua Komisi A serta diikuti oleh Stevanus Christian Handoko, Anggota Komisi A.

Dani Eko Wiyono, Ketua PEKAT Indonesia Bersatu yang mewakili ALOR PETA menyampaikan bahwa kedatangan ini untuk membahas mengenai gerakan separatis yang ada di DIY. Hal tersebut karena adanya insiden pengibaran bendera bintang kejora dan atributnya saat acara pada tanggal 1 Desember 2021 lalu.

ALOR PETA merasa resah dengan kejadian tersebut terkait perayaan hari ulang tahun West Papua. Pada acara tersebut juga ada teriakan-teriakan serta yel-yel yang dianggap dapat memunculkan gerakan separatis yang lebih kuat.

“Sebenarnya untuk perayaan kita tidak ada masalah, namun terkait pengibaran bendera kejora serta yel-yel provokatif inilah yang membuat kita resah,” jelas Dani.

Terkait kejadian tersebut, pihaknya mengaku telah melaporkan kepada Polda DIY, namun belum ada tindak lanjut hingga hari ini. Pihaknya meminta kepada DPRD DIY agar bisa menindaklanjuti adanya kondisi tersebut yang dikhawatirkan dapat berdampak pada kedaulatan dan kesatuan negara Indonesia.

“Kita juga langsung lapor ke Polda DIY terkait hal tersebut,” tambahnya.

ALOR PETA selaku warga negara Indonesia merasa miris melihat kejadian seperti itu. ALOR PETA merasa adanya pembiaran terhadap hal-hal tersebut. Menurut ALOR PETA seharusnya instansi-instansi terkait dapat bergerak dan bertindak secepat mungkin untuk mencegah terjadinya kejadian seperti ini.

Suwardi mengatakan bahwa dalam suasana tahun baru ini, ia berharap kedamaian dan keamanan Yogyakarta terus meningkat di tahun baru ini.

“Perda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sudah mendapat persetujuan dari Pemda DIY dan DPRD. Hal ini kita harapkan agar Pancasila selalu dapat menjadi nilai yang diamalkan dan selalu ada di dada setiap masyarakat,” ungkapnya.

Suwardi dalam penyampaiannya mengatakan bahwa makna dan hakikat pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan adalah menanamkan nilai-nilai keutuhan NKRI kepada masyarakat. Suwardi menambahkan bahwa DPRD adalah wakil rakyat yang bertugas untuk membantu kepentingan rakyat. (ric)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*