Dianggap Rugikan Pedagang Pasar, FPPR Adukan Perda Perizinan Pusat Perbelanjaan di Sleman

Jogja, dprd-diy.go.id – Forum Peduli Pasar Rakyat & Toko Lokal (FPPR) mengunjungi DPRD DIY untuk melakukan audiensi dan menyampaikan keluh kesah terkait Perda tentang Perizinan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan di Kabupaten Sleman. Sholeh Wibowo, S.Ag menerima audiensi pada pukul 13.30 di ruang Banggar pada 12 Desember 2018. FPPR yang diwakilkan oleh Stepanus Tri, Irdon Hidayah, Agus Subagyo, Andika, dan R.Ribut menyampaikan beberapa upaya yang telah dilakukan selama ini dalam mengawal Perda tersebut. Antara lain proses dalam beraudiensi dengan DPRD Kabupaten Sleman hingga Perda dibahas dalam Pansus maupun Rapat Paripurna. “Kami ingin wadul Pak, ada Perda yang justru malah membuat miskin rakyatnya. Saat ini pasar tersaingi dengan toko-toko modern, barang yang dijual juga sama, harganya lebih murah. Dan bahkan lokasinya berdekatan dengan toko tradisional.” Ungkap Agus Subagyo. Disampaikan bahwa Perda justru tidak berpihak pada masyarakat pemilik toko tradisional maupun pedagang pasar. Perwakilan mahasiswa UGM juga mengatakan bahwa kini toko modern mulai masuk dalam kampus-kampus, yang dikhawatirkan pula berdampak pada kantin dan pedagang-pedang lain yang sudah ada. FPPR menegaskan akan segera membawa permasalahan ini kepada Gubernur DIY, agar Perda tidak disahkan, karena substansinya yang dianggap masih lemah dan terkesan terburu-buru untuk disahkan. (ra)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.