Kesiapan DIY Hadapi Cuaca Ekstrem: DPRD Gelar Diskusi bersama BMKG dan BPBD

Jogja, dprd-diy.go.id – Melihat situasi dan kondisi cuaca di DIY, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, S.T., M.Si., bersama dengan Forum Wartawan Unit DPRD DIY menggelar diskusi terkait dengan kesiapsiagaan DIY dalam menghadapi cuaca ekstrem. Diskusi tersebut juga dihadiri oleh Kepala BMKG DIY, Warjono dan Kepala Pelaksana BPBD DIY, Drs. Noviar Rahmad, M.Si., di Ruang Badan Anggaran Lt.2 Gedung DPRD DIY pada rabu  (18/12/2024).

Eko menyampaikan bahwa saat ini fokus utama di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah keselamatan masyarakat, upaya menghindari kerusakan material, serta penanganan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan terkait cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

“Saat ini, fokus utama di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah keselamatan masyarakat, menghindari kerusakan material serta penanganan dan upaya yang dapat dilakukan terkait cuaca ekstrem di DIY,” ungkap Eko.

Eko Suwanto menekankan pentingnya peran media dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang relevan mengenai cuaca ekstrem di DIY. Ia juga mengimbau agar tempat-tempat wisata di Yogyakarta, terutama selama periode liburan Natal dan Tahun Baru yang ditandai dengan lonjakan wisatawan, menjalin koordinasi dengan BPBD. Hal ini bertujuan untuk memperoleh panduan terkait langkah-langkah mitigasi bencana yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko serta dampak dari cuaca ekstrem.

“Media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang relevan mengenai cuaca ekstrem di DIY. Saya juga mengimbau agar tempat-tempat wisata di Yogyakarta, terutama selama periode liburan Natal dan Tahun Baru dengan lonjakan wisatawan, menjalin koordinasi dengan BPBD. Hal ini penting untuk mendapatkan panduan mengenai langkah-langkah mitigasi bencana yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko serta dampak dari cuaca ekstrem,” jelas Eko.

Kepala Pelaksana BPBD DIY turut serta memberikan paparan materi terkait dengan prediksi cuaca BMKG dan juga data serta upaya yang dilakukan oleh BPBD DIY. BMKG memaparkan penyebab curah hujan yang tinggi di DIY, diantaranya adalah karena belokan angin serta MJO (Madden-Julian Oscillation). BMKG juga memaparkan kondisi dinamika atmosfer terkini dan dapat disimpulkan bahwa MJO masih aktif dan juga potensi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan masih cukup berpotensi sehingga dapat diperkirakan hujan masih akan aktif mengguyur DIY.

BPBD DIY memaparkan data kejadian di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul serta Kota Yogyakarta akibat cuaca di DIY pada bulan 1 Oktober hingga 17 Desember 2024 yang diantaranya adalah kejadian longsor, banjir dan cuaca ekstrem. Dalam data tersebut, dapat diketahui bahwa kejadian meningkat pada bulan November dan paling banyak terjadi di Kabupaten Kulon Progo

BMKG DIY mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengunduh dan menginstal aplikasi Info BMKG. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses terhadap informasi cuaca secara cepat, akurat dan real-time. Dengan adanya aplikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memantau kondisi cuaca harian, mendapatkan peringatan dini terkait potensi bencana, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, aplikasi Info BMKG juga mendukung upaya mitigasi mandiri, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan lebih awal guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca yang tidak menentu.

Pada akhir kegiatan, Eko berharap agar masyarakat siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Harapan kita adalah agar masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat mempersiapkan diri dengan baik menghadapi semua potensi bencana yang ada,” pungkas Eko. (bf/ dta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*