Jogja, dprd-diy.go.id – Rabu (7/5/2025), Komisi D DPRD DIY mengunjungi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Flight Attendant & Airline Staff Training (FAAST) untuk menelisik peran strategis lembaga ini serta mendiskusikan peluang kerja di sektor penerbangan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi D DPRD DIY, yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Ir. Imam Taufik, melakukan diskusi dengan Direktur Utama FAAST, Beny Hery Ferdi, terkait tantangan dan peluang kerja di dunia penerbangan saat ini.
Beny Hery Ferdi menjelaskan bahwa FAAST menghadapi tantangan dalam menarik minat generasi Z, terutama karena perbedaan pola pikir dan jiwa daya saing di antara mereka. Menurutnya, generasi Z cenderung kurang tertarik untuk bekerja di luar kota, yang berdampak pada jumlah pendaftar yang terus menurun.
“Tantangan saat ini adalah bahwa generasi Z jarang sekali tertarik untuk ditawarkan pekerjaan yang mengharuskan mereka bekerja di luar kota,” ujar Beny Hery Ferdi.
Tidak hanya itu, berdasarkan data siswa FAAST dari tahun 2019 hingga 2024, hanya sekitar 20% lulusan yang berhasil bekerja sebagai staf atau pramugara/i setelah menyelesaikan pelatihan. Pemaparan dari FAAST yang dilanjutkan dengan video menunjukkan kegiatan siswa mulai dari pembelajaran di kelas hingga praktik kerja lapangan.
Anggota Komisi D DPRD DIY, H. Muhammad Yazid, S.Ag., menyatakan bahwa peluang kerja saat ini memang semakin terbatas dan menjadi tantangan besar bagi pemerintah serta negara.
“Saya melihat fasilitas yang disediakan oleh FAAST sudah sangat memadai, termasuk upaya mitigasi dalam menghadapi kesalahan atau kecelakaan di pesawat,” ujar Yazid.
Beliau juga menekankan pentingnya memperketat persyaratan untuk memasuki dunia penerbangan. Menurutnya, menjadi pramugara/i memiliki regulasi ketat, seperti batasan tinggi badan, yang harus dipatuhi.
“Persyaratan ini harus ditegaskan sebelum masuk, sehingga karir sebagai pramugara/i dapat tercapai dengan lebih terstruktur,” tambah H. Muhammad Yazid, S.Ag.
Komisi D DPRD DIY juga memberikan saran kepada FAAST untuk tidak hanya fokus pada keterampilan teknis sebagai staf atau pramugara/i, tetapi juga pada pengembangan soft skill, seperti public speaking. Hal ini akan menjadi bekal penting bagi siswa jika mereka memilih untuk berkarir di bidang lain di luar industri penerbangan.
Beny Hery Ferdi menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Komisi D DPRD DIY dan mengajak mereka untuk melihat langsung fasilitas yang disediakan oleh FAAST.
“Dari segi persyaratan harus ditegaskan sebelum masuk, jika hal ini diikuti maka untuk melanjutkan proses ke karir menjadi pramugara/i tercapai,” kata Beny Hery Ferdi.
Komisi D DPRD DIY juga mengucapkan terima kasih kepada FAAST yang telah berperan aktif dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membuka peluang kerja dan membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan di industri penerbangan.
Menutup pertemuan, Beny Hery Ferdi mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komisi D dan mengajak rombongan berkeliling melihat langsung fasilitas FAAST.
“Semoga silaturahmi ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara FAAST dan pemangku kebijakan demi kemajuan dunia penerbangan,” ujarnya.
Komisi D DPRD DIY juga menyampaikan apresiasi kepada FAAST atas kontribusinya dalam dunia pendidikan dan pelatihan kerja, khususnya dalam mencetak SDM yang siap bersaing di industri penerbangan. (akm/dta)

Leave a Reply