Masuk Persoalan Tanggap Darurat, Komisi C Upayakan Perbaikan Jembatan Kenet Imogiri Secepatnya

Komisi C tinjau kerusakan jembatan Kenet

Bantul, dprd-diy.go.id – Pemerintah Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri melaporkan adanya kerusakan Jembatan Kenet Siluk I Imogiri Bantul. Hujan deras yang terjadi dalam sepekan ini mengakibatkan talut di sekitar jembatan ambrol cukup luas hingga mengganggu lahan pertanian dan aktivitas masyarakat sekitar.

Menanggapi adanya laporan tersebut, Komisi C DPRD DIY meninjau lokasi terdampak yang kini hanya dapat digunakan satu sisi saja di sisi timur jembatan. Sisi bagian barat ditutup oleh Bina Marga Dinas PUP – ESDM untuk mengurangi risiko kelebihan beban jembatan. Selain itu, penataan sandbag di sekitar jembatan bagian barat telah dilakukan untuk mengurangi risiko longsor.

Disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUP – ESDM DIY, Bambang Sugaib, bahwa jembatan ini memang sudah lebih dari batas pemanfaatan karena sudah dibangun sejak tahun 1985. Dibutuhkan konstruksi jembatan yang baru dan perbaikan agar jembatan layak menjadi akses utama Imogiri – Panggang.

Kondisi Jembatan Kenet

Bambang mengungkap bahwa sebenarnya panjang jembatan tidak sesuai dengan lebar sungai, dimana lebar sungai adalah 30-31 meter dan panjang jembatan hanya 17 meter. Bambang menambahkan bahwa secara geografis jembatan ini berada di daerah cekungan dan hulu sungai merupakan pertemuan antara Sungai Oyo – Opak.

“Jembatan ini pada dasarnya memang sudah berumur ya, dari tahun 1985. Bahkan di hulu ada pertemuan dua sungai, yaitu Oyo dan Opak. Secara geografis, letaknya ini berada di daerah cekungan. Sehingga perlu kajian lebih lanjut,” tuturnya.

Menurut Bambang, jembatan ini merupakan satu – satunya akses Imogiri – Panggang, sehingga pemerintah harus segera melakukan tindakan untuk memperbaiki dan mencegak kerusakan yang dapat menjadi fatal. Bambang menambahkan banjir dapat terjadi sewaktu – waktu selama musim penghujan yang dapat menggenangi sekitar rumah penduduk, area persawahan, dan sekolah.

Bambang mengatakan perlu dibangun pengaman longsoran di sekitar taluk dengan membuat talang dari dasar sungai sampai area terjadi longsor. Menurutnya perlu pencermatan lebih lanjut terkait panjang dan tinggi jembatan yang ideal.

“Sebagai pengaman perlu dibuat gronjong – gronjong dari dasar sungai sampai lokasi longsor tadi. Panjang jembatannya tidak sesuai dengan lebar sungainya, ini perlu kajian lagi beserta kondisi jembatan yang di daerah cekungan dan pertemuan yang menangkap dua aliran sungai,” jelasnya.

Masuk Persoalan Tanggap Darurat

Amir Syarifudin, Anggota Komisi C yang juga berasal dari dapil setempat menuturkan bahwa kasus seperti ini merupakan kejadian tak terduga. Menurut Amir kerusakan jembatan dan longsor akibat hujan lebat merupakan bencana darurat yang harus segera ditangani untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Sehingga Amir meminta kepada pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten agar secepatnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait persoalan ini.

Senada dengan Amir, Gimmy Rusdin, Wakil Ketua Komisi C mengatakan bahwa perbaikan Jembatan Kenet Imogiri ini sangat urgen dan sudah masuk dalam persoalan tanggap darurat. Jembatan ini merupakan akses yang menghubungkan Imogiri menuju Panggang Gunungkidul. Menurutnya kebutuhan sarana ini menjadi sangat mendesak mengingat adanya sekolah di perbatasan ini.

“Setelah kita pantau ini sangat genting untuk keperluan masyarakat apalagi akses Gunungkidul dan Bantul. Kalau ini roboh anak sekolah lewat mana, alternatif ada tapi jauh sekali sekitar 8 kilometer. Ini (kerusakan) harus segera ditangani. Baik diperbaiki saja atau dibangun ulang kita serahkan saja ke pihak yang lebih paham, yang penting harus ada keamanannya,” jelasnya pada saat peninjauan Senin (09/03/2020).

Gimmy menyampaikan bahwa setelah peninjauan ini Komisi C akan segera menyampaikan kepada Pimpinan DPRD DIY untuk membuat rekomendasi kepada gubernur. Kepada Bina Marga Dinas PUP – ESDM, Gimmy meminta kerjasamanya agar melakukan kajian dan percermatan yang tepat. Menurutnya perbaikan yang bisa didapatkan dari dana kebencanaan ini ditargetkan secepatnya dieksekusi. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*