Pansus BA 45 Bahas Pasal Krusial dalam Raperda Hari Jadi DIY

Jogja, dprd-diy.go.id – Melanjutkan Pembahasan Draft Raperda tentang Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pansus BA 45 Tahun 2023 kembali menggelar rapat kerja pada Selasa (14/11/2023). Rapat kerja yang bertujuan untuk membahas setiap pasal dalam Raperda tentang Hari Jadi DIY tahun 2016 dengan 2023 ini dipimpin oleh H. Muhammad Yazid, S.Ag., Ketua Pansus BA 45 Tahun 2023 dan didampingi oleh anggota pansus lainnya. 

“Pada rapat sebelumnya, telah dipaparkan naskah akademik oleh Biro Tapem dan sudah jelas gambaran umumnya. Kemudian, diminta pula matriks yang menyandingkan Raperda usulan tahun 2016 dan 2023. Nah, hari ini ini kita akan mulai masuk pembahasan pasal per pasal,” ujar Yazid mengawali rapat. 

Kemudian, Yazid mengungkapkan bahwa Raperda tentang Hari Jadi DIY memiliki 7 pasal di dalamnya, dimana pasal 3 dan pasal 4 menjadi pasal krusial yang perlu dikaji secara detail dan mendalam. Ia juga berharap agar banyak masukan yang dapat didiskusikan terhadap draft raperda selama berlangsungnya acara.

Pasal 3 ayat 1 Raperda tentang Hari Jadi DIY berbunyi ‘Tanggal 13 Maret 1755 (29 Jumadil’awal tahun Be 1680) ditetapkan sebagai hari jadi Nagari Ngayogyakarto Hadiningrat’.

Pada pembahasan pasal tersebut, Boedi Dewantoro, S.H., M. Si., Anggota Pansus mempertanyakan dua pertanyaan terkait dengan penulisan atau redaksi. 

“Terkait dengan redaksi, ada penggunaan Be dalam frasa 29 Jumadil’awal tahun Be 1680. Nah, apakah perlu menambahkan M (Masehi) untuk tahun 1755. Kemudian yang kedua berkaitan dengan diksi Ngayogyakarta itu yang tepat a atau o,” ujar Boedi. 

Menanggapi pertanyaan Boedi, perwakilan Keraton Yogyakarta menyampaikan bahwa dalam penulisan Ngayogyakarta menggunakan a namun dalam hal pengucapan memang menggunakan o. Oleh karenanya, dalam pasal tersebut draf perlu diperbaiki penulisannya. Kemudian, terkait dengan penambahan M (masehi), forum menyepakati untuk ditambahkan.  

Selain itu, Bambang Setyo Martono, S.E., MBA., Anggota Pansus mengusulkan untuk menambahkan frasa Istimewa Yogyakarta dalam Pasal 3 Ayat 3. 

“Untuk ayat 3, saya kira perlu ditambahkan diksi istimewa yogyakarta,” ujarnya. 

Sementara itu, KPH Purbodiningrat, S.E., MBA., Wakil Ketua Pansus mengusulkan untuk menambahkan frasa Daerah Istimewa Yogyakarta

“Sama halnya dengan peraturan daerah daerah istimewa yogyakarta, menurut saya perlu ditambahkan kata daerah menjadi hari jadi daerah daerah istimewa yogyakarta,” ujar KPH Purbodiningrat. 

Menanggapi usulan yang disampaikan, Yazid meminta pihak terkait untuk mengkaji usulan tersebut agar dapat disepakati pada pertemuan selanjutnya. Hal ini dikarenakan penambahan frasa akan mengakibatkan adanya perubahan frasa yang sama dalam pasal-pasal lainnya. 

Pada akhir rapat, Yazid berharap agar pihak terkait dapat menemukan legal drafting yang diperlukan untuk menyempurnakan draft Raperda. Ia juga berpesan agar pergub terkait Raperda tentang Hari Jadi DIY segera diupayakan dengan harapan tahun 2024 mulai memperingati hari jadi DIY jika Raperda disetujui. (df)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*