Paparan Tenaga Ahli Fraksi Mengenai LKPJ Gubernur Tahun 2021

Jogja, dprd-diy.go.id –  DPRD DIY menggelar rapat kerja panitia khusus (Pansus) bahas Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur DIY tahun 2021, Rabu (06/042022). Raker yang dipimpin Widi Sutikno berlangsung di Ruang Rapur lt 1 Gedung DPRD DIY tersebut terkait paparan TAF (Tenaga Ahli Fraksi) yang kemudian akan dilanjutkan dengan agenda pemaparan Eksekutif.

“Kita dengarkan dulu paparan dari TAF sehingga kita bisa memformulasikan dan menentukan layout seperti apa yang kita sajikan dalam paparan besok, selain itu kita juga bisa perkaya dengan paparan dari Eksekutif,” tutur Widi.

Arif Noor Hartanto selaku Tenaga Ahli Fraksi PAN mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencoba merespon dan mencermati LKPJ gubernur secara keseluruhan mulai dari pengelolaan keuangan, penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, penyelenggaraan urusan keistimewaan, serta kebijakan program-program strategis DIY.

“kebijakan program-program strategis DIY yang menurut pencermatan kami kadang menunjukkan progresifitas tetapi kadang juga menunjukkan stagnasi atau bahkan mungkin ada kemunduran terhadap pelaksanaan program-program strategis ini,” imbuhnya.

Dalam paparan TAF, dilakukan pembidangan dengan mengaitkan berdasarkan ketugasan ditiap komisi. Hal ini dilakukan agar TAF memiliki sumber yang valid untuk bisa memahami LKPJ gubernur.

Pemerintahan terkait kebidangan di komisi A, ekonomi dan keuangan yang didalamnya termasuk juga  pertanian dan pangan terkait kebidangan komisi B, infrastruktur terkait dengan kebidangan di komisi C, dan yang terakhir kesejahteraan rakyat dari komisi D.

Lebih lanjut Arif mengungkapkan bahwa tenaga ahli fraksi juga akan mencoba menvisualisasikan dalam catatan dan rekomendasi terhadap kondisi yang ada seperti yang dipaparkan dalam LKPJ gubernur maupun kondisi ideal yang harus dicapai. Kondisi yang harus dicapai sepenuhnya merujuk pada RPJMD DIY 2017-2022.

“Meskipun yang dipaparkan dalam LKPJ gubernur itu bagus atau melampaui target tapi ketika dirujuk pada target RPJMD, capaiannya masih jauh sehingga catatan dan rekomendasi bisa kita munculkan dan bisa lebih dipertajam,” jelas Arif. (Ys)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*