Pemandangan Umum Fraksi Partai Golkar terhadap Raperda Perubahan RIPARDA DIY Tahun 2012-2025

PEMANDANGAN UMUM

FRAKSI PARTAI GOLKAR DPRD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

TERHADAP BAHAN ACARA NOMOR 39 TAHUN 2018

TENTANG

RANCANGAN PERATURAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

TENTANG PERUBAHAN ATAS PERDA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG         RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH PROVINSI DIY TAHUN 2012 – 2025

 

Disampaikan Pada Rapat Paripurna DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta

Hari Jum’at, Tanggal 19 Oktober 2018

 

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Salam sejahtera untuk kita sekalian.

 

Yang terhormat, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Yang kami hormati, Pimpinan Rapat Paripurna dan Pimpinan Dewan lainnya.

Yang kami hormati, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Yang kami hormati, Sekretaris Daerah beserta para Asisten Sekretaris Daerah

Yang kami hormati, Pimpinan OPD di Lingkungan Pemda DIY

Yang kami hormati, rekan-rekan Anggota Dewan

Yang kami hormati, rekan-rekan pers dan media massa lainnya

beserta para hadirin sekalian

 

Syukur alhamdulillah, pada kesempatan ini kita semua dapat menghadiri Rapat Paripurna DPRD DIY dalam keadaan sehat wal afiat. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pimpinan Rapat yang telah memberikan kesempatan kepada Fraksi Partai GOLKAR untuk menyampaikan Pemandangan Umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah Istimewa tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi DIY Tahun 2012 – 2025. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Gubernur DIY yang telah menghantarkan dan menjelaskan Rancangan Peraturan Daerah tersebut di atas.

Rapat paripurna yang terhormat,

Sebagaimana kita ketahui, Visi Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005 – 2025 adalah ingin menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pusat Pendidikan, Pusat Budaya dan Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara. Khusus di urusan Pariwisata, saat

ini ( 7 tahun menjelang berakhirnya pelaksanaan RPJPD Tahun 2005 – 2025 masih banyak sekali pekerjaan rumah kepariwisataan yang harus diselesaikan oleh Pemda DIY beserta seluruh stakeholder yang ada.

Sampai dengan saat ini, masih banyak permasalahan yang menghambat kemajuan pariwisata, antara lain yang paling menonjol adalah masih kurangnya produk wisata berkelas dunia, pengeluaran wisatawan yang masih rendah, dan lama tinggal wisatawan domestik maupun mancanegara yang masih rendah. Pencitraan pariwisata DIY belum memiliki daya jual yang bagus, strategi komunikasi pemasaran yang belum terpadu dan terfokus, dan sinergi kemitraan pemasaran yang belum optimal. Dan masih ada lagi sejumlah masalah yang terkait dengan upaya pengembangan instruksi pariwisata maupun pengembangan kelembagaan kepariwisataan.

Rapat paripurna yang terhormat,

Walaupun kami nilai sangat terlambat, Fraksi Partai GOLKAR dapat menyetujui dan mendorong Pemda DIY agar secara optimal mengakomodir pelaksanaan pembangunan kepariwisataan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional 2010 – 2025. Termasuk ikhtiar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan atau dinamika dalam dunia kepariwisataan itu sendiri, terutama yang berkaitan dengan perkembangan dalam aspek destinasi pariwisata, pasar dan strategi pemasaran, kelembagaan, serta industri pariwisata di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Fraksi Partai GOLKAR mengakui dan memberikan apresiasi bahwa kinerja pembangunan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan kecenderungan yang meningkat dari tahun ke tahun, apabila dilihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Akan tetapi ternyata beberapa daerah lain juga berlari kencang, bahkan lebih kencang dari DIY. Kalau dulu saingan DIY cuma Bali dengan Sumatera Utara yang memiliki Danau Toba, kini beberapa daerah lain bahkan mampu sejajar dan mengungguli DIY. Sebutlah NTB, Papua Barat dengan Raja Ampatnya, beserta beberapa daerah lain di Jawa maupun luar Jawa.

Rapat paripurna yang terhormat,

Terkait dengan Rancangan Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi DIY Tahun 2012 – 2025, ada beberapa hal yang kami mohonkan penjelasan, antara lain sebagai berikut:

  1. Bagaimana arah perubahan yang dilakukan agar bisa menyesuaikan dengan dinamika kepariwisataan pada saat ini dan ke depan? Sekaligu memberi solusi atas permasalahan kepariwisataan yang ada, baik yang menyangkut masalah pengembangan pemasaran pariwisata, masalah pengembangan industri pariwisata, maupun masalah pengembangan kelembagaan kepariwisataan? Mohon penjelasan.
  2. Terkait dengan upaya pencapaian Visi RPJPD 2005 – 2025, langkah perubahan seperti apa yang dilakukan untuk mengakselerasi pengembangan pariwisata di DIY. Bagaimana pengaturannya dalam Rancangan Perubahan Peraturan Daerah?
  3. Dunia Pariwisata bukanlah untuk pariwisata itu sendiri. Akan tetapi

pariwisata adalah untuk kesejahteraan rakyat. Terkait dengan permasalahan menonjol yang ada di DIY, yaitu masih tingginya angka kemiskinan, masih tingginya ketimpangan wilayah maupun

ketimpangan pendapatan, bagaimana perubahan Peraturan Daerah yang mampu membawa pariwisata menjadi salah satu solusi terbaik dalam menyelesaikan tiga masalah mendasar tersebut di atas? Mohon penjelasan.

 

Demikian Pemandangan Umum Fraksi Partai GOLKAR. Atas perhatian dan tanggapannya diucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA

DPRD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Ketua, Sekretaris,
 

 

JANU ISMADI, SE   NURJANAH, SE
 

Juru Bicara

 

 

JANU ISMADI, SE

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.