Potensi Candi Palgading Dinilai Strategis, Komisi B: Penguatan SDM Jadi Kunci Pengembangan Wisata

Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD DIY menilai potensi Candi Palgading sebagai destinasi unggulan Desa Wisata Palgading memiliki posisi strategis untuk dikembangkan. Namun demikian, penguatan sumber daya manusia (SDM) disebut sebagai faktor kunci agar pengelolaan wisata berbasis budaya ini dapat tumbuh berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan saat Komisi B melakukan Kunjungan Kerja Dalam Daerah (KDD) ke Desa Wisata Palgading, Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, pada Selasa (9/12/2025).

Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, SE., M.IP., didampingi Sekretaris Komisi B, Wildan Nafis, S.E., M.H., serta anggota Komisi B lainnya yaitu Basit Sugiyanto, S.E., M.M., dan Yan Kurnia Kustanto, S.E. Kehadiran perwakilan Dinas Pariwisata DIY, Pemerintah Kalurahan Sinduharjo, termasuk Ulu-ulu Wahyu Nurhadi dan Dukuh Palgading Kristanto Dudhe, juga menambah ruang diskusi bersama pengelola desa wisata.

Ketua Pengelola Desa Wisata, Fitri Akmono Agus, memaparkan berbagai potensi yang dikembangkan sejak 2013. Ia menjelaskan bahwa Palgading memiliki ikon Candi Palgading, seni budaya, kerajinan, wisata sungai, camping ground, outbound, peternakan puyuh, hingga paket wisata grobak sapi.

Namun pascapandemi, aktivitas wisata mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini terutama terjadi pada kegiatan outbound yang terkendala minimnya SDM, ditambah persaingan dengan desa wisata lain yang semakin kompetitif.

Pengelola juga menyampaikan sejumlah kebutuhan, seperti penataan wajah desa wisata, penguatan SDM, pemasaran digital, serta pelatihan batik dan trainer wisata. Mereka berharap adanya pendampingan yang lebih terarah agar aktivitas wisata dapat kembali pulih.

Sekretaris Komisi B, Wildan Nafis, menyampaikan pentingnya kunjungan ini sebagai sarana mendengar langsung aspirasi pengelola.

“Kami ingin melihat bagaimana perkembangan Desa Wisata Palgading, sekaligus mengetahui kendala apa saja yang dihadapi. Jika desa wisata berkembang, tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Anggota Komisi B, Basit Sugiyanto, menyoroti perlunya penguatan strategi promosi digital agar desa wisata kembali dikenal luas. Ia menilai bahwa pemasaran yang kuat akan menjadi kunci peningkatan jumlah kunjungan.

Sementara itu, Anggota Komisi B lainnya, Yan Kurnia Kustanto, S.E., menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan desa wisata, termasuk Pokdarwis dan pramuwisata terlatih. Ia juga mendorong adanya kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk penyusunan narasi dan strategi pemasaran digital.

Dukuh Palgading, Kristanto Dudhe, menyampaikan bahwa desa tengah mempersiapkan pengembangan homestay sebagai fasilitas penunjang pariwisata. Namun ia menekankan bahwa pengembangan ini membutuhkan pendampingan terkait kemampuan pramuwisata dan pengelolaan destinasi secara profesional.

Perwakilan Dinas Pariwisata DIY, Widodo, menyatakan kesiapan dinas dalam menyediakan informasi pelatihan dan mendukung regenerasi SDM pariwisata. Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam penguatan desa wisata.

Ketua Komisi B, Andriana Wulandari, menegaskan komitmen DPRD DIY dalam mengawal pengembangan potensi Desa Wisata Palgading.

“Penguatan SDM, narasi wisata, serta kelembagaan menjadi aspek penting agar desa wisata dapat tumbuh berkelanjutan. Kami mendorong agar potensi Palgading terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat, terutama generasi muda,” jelasnya.

Kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan langsung ke kawasan Candi Palgading yang menjadi ikon utama desa wisata tersebut. Peninjauan ini menjadi bentuk dukungan nyata sekaligus upaya melihat potensi secara langsung di lapangan. (hln/dta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*