Seminar Kaukus Perempuan “Wirausaha Pemuda Dalam Dunia Kepariwisataan”

Jogja, dprd-diy.go.id – “Generasi muda merupakan penggerak pembangunan dan kesejahteraan yang kelak akan meneruskan kami pada kursi DPRD di masa mendatang”. Itulah sepetik sambutan yang disampaikan Rany Widayati dalam mengawali acara Seminar Wirausaha Pemuda Dalam Dunia Kepariwisataan.

Seminar diselenggarakan pada (25/08/2018) yang dimulai pada pukul 10.30 dan berlokasi di DPRD Kabupaten Gunungkidul. Seminar diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Rany Widayati selaku Wakil Ketua DPRD DIY yang menyampaikan bahwa peran generasi muda sangat penting dan strategis dalam pembangunan, termasuk pula dalam sektor kepariwisataan. Acara juga dihadiri oleh Ery Agustin selaku anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul.

            “Pariwisata meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dapat memajukan daerah. Gunungkidul kini sudah dikenal luas hingga mancanegara, sehingga pemuda memiliki peran dan potensi yang kuat untuk mengembangkan pariwisata Gunungkidul”. Kata-kata sambutan dari Rany Widayati tersebut mampu menggugah semangat pemuda Karang Taruna dan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari empat narasumber.

Materi pertama disampaikan oleh C.Agus Mantara, S.IP, MM. selaku Ketua Karang Taruna Gunungkidul mengenai manajemen wirausaha. Agus mengawali materi dengan pemutaran video motivasi, dilanjutkan dengan motivasi agar para pemuda semangat dalam menggapai impian dan cita-citanya. Pemuda harus pandai membaca peluang untuk mengangkat dan mengembangkan potensi Gunungkidul. Hal tersebut harus dilakukan dengan perencanaan yang tercatat, pemasaran produk, berani mengambil risiko, mampu menghadapi masalah, mampu membidik pasar, serta adanya evaluasi.

Selanjutnya materi disampaikan oleh Heri Santosa selaku Ketua KNPI Gunungkidul mengenai manajemen event.  Dalam membangun pariwisata Gunungkidul perlu berbagai perisapan, disamping infrastruktur dan pasar, juga perlu dipicu adanya industri ekonomi kreatif berdasarkan potensi di Gunungkidul. Hal tersebut dapat dilalkukan oleh Karang Taruna, salah satunya yaitu ekonomi kreatif yang juga memerlukan manajemen event. Salah satu bentuk event yang sudah berjalan selama 4 tahun yaitu “Liga Pelajar”. Disampaikan oleh Heri, event organizer harus memenuhi prinsip 5W 1H agar terdapat indikator yang jelas dalam menjalankan event, serta berbagai proses yang berkesinambungan dalam membuat event. Dilanjutkan oleh Heri “Peran media juga sangat penting untuk mengembangkan promosi dan pemasaran event. Kini banyak jejaring yang mampu membuat suatu event menjadi viral.”

Pemateri yang ketiga yaitu Daniel selaku Wirausahawan atau owner dari Gundoel Handayani. Daniel membuka materi dengan memaparkan kondisi Indonesia yang kini telah memasuki era digital yang menggencarkan perekonomian dalam lingkup global. Hal tersebut berkaitan dengan sektor pariwisata karena merupakan sektor yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan, salah satunya dapat lebih berkembang dengan memanfaatkan media sosial yang sedang menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia, terlebih bagi kaum milenial. Media sosial dapat digunakan untuk mepromosikan dan memasarkan produk secara efektif. Dalam media sosial, menetapkan brand image akan mempengaruhi target pasar, mengenai konten dari produk yang akan dipasarkan serta jadwal rutin untuk memposting konten dengan mempertimbangkan timing yang tepat. Media sosial berbicara tentang sesuatu yang harus dilakukan terus menerus. Daniel menutup materi dengan kata-kata yang mampu menyemangati calon wirausahawan pemuda “Harga termahal sebuah ide adalah eksekusinya. Apapun ide awalnya, berusahalah dan lakukan setiap prosesnya dengan sungguh-sungguh.”

Kemudian materi terakhir disampaikan oleh Destra selaku pihak dari Bank BRI Wonosari mengenai uang elektronik. Ia juga memperkenalkan kartu brizzi dari Bank BRI untuk mempermudah transaksi dan pembayaran barang maupun jasa agar lebih mudah dan praktis.

Acara seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta juga penyampaian usulan, antara lain agar pemerintah yang dalam hal ini DPRD mampu mengembangkan sektor pariwisata yang selama ini belum tersentuh oleh pemerintah agar dapat lebih berkembang dan dikenal masyarakat luas. Di samping itu, peserta seminar juga memberi masukan agar pemerintah aktif memberi pendampingan bagi usaha-usaha di bidang kepariwisataan agar dapat lebih mensejahterakan masyarakat hingga level desa sekalipun. Kemudian acara seminar diakhiri dengan pemberian doorprize dari Rany Widayati juga dari Bank BRI bagi peserta seminar yang aktif bertanya dan berpartisipasi, kemudian acara seminar ditutup pada pukul 13.05. (ra)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.