Jogja, dprd-diy.go.id – Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, S.T. menerima tamu dari perwakilan BKKBN DIY dalam rangka Focus Group Discussion (FGD) terkait Penguatan Komitmen dan Peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan tersebut digelar di Ruang Badan Anggaran Lt. 2 DPRD DIY pada Jumat (17/05/2024).
Pada kesempatan ini, Huda menyampaikan bahwa angka stunting di Jogja masih cukup lumayan. Oleh sebab itu, diperlukan adanya sinergitas dan pelaksanaan program-program dalam upaya penurunan angka stunting di Jogja.
“Di lapangan kita temukan masih cukup lumayan stunting di Jogja. Kemudian, bagaimana agar langkah-langkah koordinasi dan program-program penurunan stunting di DIY ini bisa terlaksana dengan baik dan sinergi,” ucap Huda.
“Kita juga melihat anggaran-anggaran kegiatan juga beberapa sudah meluncur. Namun, ada satu poin yang dalam pandangan kami, dalam diskusi-diskusi yang lalu itu perlu disinergikan yaitu sudah banyak program, sudah banyak kegiatan tapi langkah-langkahnya ini paling perlu saya koordinasikan. Hal itu dilakukan supaya nanti tidak saling overlap, supaya nanti tidak ada kesalahan-kesalahan aplikasi anggaran misalnya, sehingga sudah diprogramkan tapi kemudian efektivitasnya kurang,” imbuhnya.
Optimalisasi program percepatan penurunan angka stunting perlu adanya dukungan dari pihak-pihak terkait. Huda mengutarakan bahwa hal-hal yang sifanya teknis perlu dilakukan koordinasi dengan stakeholder yang menjadi pelaksana di lapangan.
“Sebagai contoh mungkin Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sudah dilakukan tapi kadang pembelian PMT nya kurang pas antara satu dengan yang lain. Ini kan sesuatu yang sifatnya teknis di lapangan yang perlu koordinasi lagi dengan yang lain. Oleh karena itu, beberapa rangkaian acara kemarin juga mempertemukan lurah-lurah se-DIY dengan Kepala Puskesmas kalau tidak salah dan OPD. Kita kemarin ketemu untuk diskusi, apa-apa yang kurang untuk dianggarkan bisa dimasukkan di 2025, dan kali ini saya kira diskusi di antara kita, stakeholder yang menjadi pelaksana-pelaksana di lapangan,” terang Huda.
Dalam pemaparannya, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Dr. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd mengatakan terdapat tujuh quick wins percepatan penurunan stunting, salah satunya yakni Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Upaya tersebut dapat memberikan kontribusi yang besar dalam percepatan penurunan angka stunting dengan adanya koordinasi dari Dinkes Kab/ Kota terkait.
“Kita berharap Bapak Ibu, dengan adanya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui dukungan dana alokasi khusus ini akan berkontribusi besar dalam percepatan penurunan angka stunting,” ujar Ritamariani.
Pada akhir diskusi, Huda berharap agar penanganan percepatan penurunan angka stunting di DIY dapat terlaksana dengan hasil yang signifikan dan mencapai target yang telah ditetapkan bersama.
“Mudah-mudahan yang paling penting, penanganan stunting di DIY ini bisa cukup signifikan dan sampai target kita bersama,” harapnya. (dta)

Leave a Reply