Wakil Gubernur Sampaikan Usulan Raperda tentang RUED

Jogja, dprd-diy.go.id – Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X, menjelaskan usulan Raperda Inisiatif pada Kamis (4/7/2019). Usulan Raperda ini tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang kemudian akan dibahas dalam BA 19 Tahun 2019.

Wakil Gubernur yang sekaligus mewakili Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan pentingnya sumber daya energi. Agar terjadi peningkatan kegiatan ekonomi kesempatan kerja dan ketahanan nasional dan daerah, maka sumber daya energi harus dikuasai negara dan dipergunakan bagi kemakmuran rakyat.

Berdasarkan Dokumen Rencana Umum Energi Nasional sumber energi masih diperlakukan sebagai komoditas yang menjadi sumber devisa negara, belum sebagai modal pembangunan. Kemudian ada juga permasalahan yaitu penurunan produksi dan gejolak harga minyak dan gas bumi serta akses infrastruktur energi terbatas.

Ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak dan elpiji serta harga energi baru dan terbarukan bukan belum kompetitif dan subsidi energi belum tepat sasaran juga menjadi kendala. Selanjutnya yaitu pemanfaatan masih sangat rendah dan belum efisien, penelitian pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi terbatas. Terakhir kondisi geopolitik dunia dan isu lingkungan serta permasalahan soal cadangan penyangga energi belum tersedia.

“Kota yang dikenal sebagai Kota Pendidikan bisa terus meningkatkan perannya dalam melakukan penelitian pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi energi. Yang bisa memberikan kontribusi ke Indonesia secara keseluruhan merupakan daerah pengimpor energi. Karena tidak memiliki sumber daya energi berupa fosil,” tutur Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X.

Menurut penyampaian dari Wakil Gubernur, suplai BBM, gas, listrik, dan batubara juga relatif terbatas. Oleh karenanya, dalam hal perumusan kebijakan strategi pengelolaan energi, perlu diberikan tekanan pada kebijakan konservasi energi. Sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang berpotensi. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*