Aksi Demo Tolak Penambangan Pasir dengan Alat Berat di Sungai Progo

Jogja, dprd-diy.go.id – Aksi demo dilakukan di halaman gedung DPRD DIY pada Rabu (12/9/2018) pukul 10.30 WIB. Demo dilakukan oleh masyarakat Dusun Jati, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Demo juga diikuti oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PANDAWA serta beberapa mahasiswa Yogyakarta yang terdiri dari Forum BEM DIY, BEM UJB, BEM UST, BEM UPN, BEM AKAKOM, UPSH UJB, Parkiran Comunitti FH UJB.

Substansi mengenai penolakan masyarakat dalam penambangan pasir dengan menggunakan alat berat di sungai Progo. Adapun tuntutan yang dilayangkan oleh masyarakat antara lain :
1. Menolak penambangan pasir dengan menggunakan alat berat yang masuk wilayah Jati-Banaran Kulonprogo
2. Mengembalikan kelestarian alam
3. Ganti kerugian yang ditimbulkan baik secara materiil dan immateriil yang diakibatkan oleh penambangan pasir dengan alat berat
4. Cabut izin penambangan pasir dari KUBE SIDO MAJU
5. Hentikan segala aktivitas penambangan pasir dengan alat berat
6. Meminta pernyataan tertulis keoada DPRD DIY tentang penolakan tambang pasir menggunakan alat berat di sungai Progo
7. Meminta kepada DPRD DIY untuk melayangkan Surat Pemberitahuan kepada DPR RI untuk dilanjutkan peninjauan kembali atas izin penambangan pasir menggunakan alat berat

Masyarakat peserta demo menyampaikan bahwa aksi demo yang dilakukan adalah aksi damai yang anti anarkis, masyarakat menyampaikan keluh kesah mereka karena kondisi lingkungan yang semakin rusak, sungai semakin mengering, dan terkait perizinan tambang yang masih simpang siur.

Setelah penyampaian orasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dan perwakilan mahasiswa, Chang Wedrayanto selaku anggota DPRD menemui masyarakat dengan menyampaikan bahwa DPRD DIY mendukung penuh atas apa yang telah disampaikan oleh masyarakat. Chang menegaskan bahwa penambangan pasir dengan menggunakan alat berat diharapkan tidak terjadi lagi. Chang menambahkan “Jika terdapat perizinan yang menyalahi peraturan, maka izin akan dicabut”. Masyarakat menyambut pernyataan Chang dengan antusias, kemudian Chang kembali menambahkan bahwa DPRD DIY akan membuat surat pernyataan untuk mengundang masyarakat dan LKBH PANDAWA berdiskusi bersama untuk membahas permasalahan agar segera menemukan titik terangnya. Aksi damai diakhiri pada pukul 11.40 dengan pengucapan sumpah rakyat Indonesia secara bersama-sama kemudian mengakhiri aksi damai dengan tertib.(ra/ia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.