Audiensi Komisi B: DIY Mantapkan Pembinaan Finalis Bahari untuk Ajang Nasional 2025

Jogja, dprd-diy.go.id – Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, S.E., M.IP., menerima audiensi dari para Finalis Putera Puteri Bahari Yogyakarta 2025 yang akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada ajang Putera Puteri Bahari Indonesia 2025. Pertemuan ini menjadi ruang dialog sekaligus sarana penyampaian gagasan mengenai penguatan peran generasi muda dalam mempromosikan potensi bahari DIY, pada hari Senin (01/12/2025).

Ketua Pembina Paguyuban Putera Puteri Bahari DIY, Ridho Azhari, menjelaskan bahwa ajang ini telah berlangsung sejak tahun 2012. Ia memaparkan bahwa selama ini DIY mengirimkan perwakilan secara mandiri sebelum akhirnya berada di bawah koordinasi paguyuban. Tahun ini, terdapat 15 provinsi yang lolos seleksi nasional, dengan proses penilaian yang dinilai sangat ketat.

“Jika berhasil menjuarai tingkat nasional, finalis akan dipertimbangkan untuk melaju ke tingkat internasional,” ujarnya.

Dua finalis DIY, Al Hazmi F. Alim dan Salsabila N. R., turut memaparkan rencana kegiatan selama penyelenggaraan Putera Puteri Bahari Indonesia 2025. Al Hazmi menyampaikan bahwa program ini telah mendapat dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Dari Dinas Pariwisata DIY, perwakilan yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas finalis.

“Kami sebelumnya turut memfasilitasi partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan kepesisiran dan forum-forum maritim untuk memperkuat kompetensi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pariwisata berencana meluncurkan program Duta Maritim DIY mulai tahun 2026.

Dalam tanggapannya, Ketua Komisi B, Andriana Wulandari, menekankan pentingnya representasi daerah dalam ajang tingkat nasional.

“Kedua finalis ini tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi wajah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain memahami isu kebaharian, wawasan mengenai sejarah dan karakteristik DIY juga wajib dikuasai,” tegasnya.

Dari sisi tata kelola, perwakilan Dinas Pariwisata DIY mengingatkan pentingnya memastikan seluruh aspek legalitas penyelenggaraan, terutama apabila melibatkan pihak swasta.

“Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan seluruh perizinan telah dipenuhi dan dinyatakan sah,” tegasnya.

Menutup audiensi, Wulandari kembali menekankan pentingnya pembinaan yang optimal bagi para perwakilan DIY.

“Mereka membawa nama DIY, sehingga kualitas pembinaan akan sangat menentukan kesiapan mereka tampil di tingkat nasional bahkan internasional. Harapannya, mereka benar-benar siap menjadi wajah terbaik Daerah Istimewa Yogyakarta,” pungkasnya. (via/uns)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*